Cucu ke-3 Presiden Jokowi: Panggil Aku ‘Lembah’

Baca Juga

MINEWS, SOLO – Banyak yang bertanya-tanya kira-kira apa nama panggilan nama kedua Gibran Rakabuming Raka, La Lembah Manah. Cucu ketiga Presiden Joko Widodo itu diketahui lahir 15 November 2019 lalu.

Teka teki itu akhirnya terjawab sudah. Gibran akhirnya mengungkapkan nama panggilan cucu Presiden Joko Widodo itu.

“Nama panggilannya Lembah,” kata Gibran di RS PKU Muhammadiyah Solo, Minggu 17 November 2019.

Gibran sebelumnya sudah mengungkap makna dari nama La Lembah Manah. Lembah Manah dalam bahasa Jawa bermakna rendah hati.

“Namanya La Lembah Manah. Artinya rendah hati,” kata Gibran.

Sedangkan La merupakan singkatan. La adalah doa Gibran-Selvi kepada putrinya tersebut. “(La singkatan dari) Lembut anakku, luwes anakku, lomo anakku,” kata Gibran.

Luwes dan lomo merupakan bahasa Jawa. Luwes bermakna fleksibel, cepat beradaptasi. Sedangkan lomo bermakna senang berbagi.

Tidak hanya Lembah, anak cucu Jokowi memang dinilai memiliki nama-nama yang cukup unik. Tidak terkecuali dua cucu Jokowi sebelumnya, yakni Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah, putri Kahiyang Ayu-Bobby Nasution

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini