Siap-siap! Malam Nanti 3 Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Buat kalian masyarakat Jakarta yang berencana hangout alias jalan-jalan pada Minggu malam, 27 Oktober 2019, wajib siap-siap diguyur hujan. Sebab menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada tiga wilayah Jakarta yang diperkirakan hujan.

Tiga wilayah yang diguyur hujan lokal tersebut antara lain Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. BMKG pun menyebutkan jika kondisi cerah berawan berlangsung di enam wilayah DKI Jakarta pada pagi hari.

Cuaca pun berganti menjadi berawan rata di enam wilayah Jakarta pada Senin 28 Oktober 2019 dinihari. Suhu udara di Jakarta secara umum berada pada temperatur antara 24 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 60 hingga 90 persen.

Adapun di daerah sekitar Jakarta, di wilayah Banten, seperti Tangerang, Serang, Merak dan Cilegon, cuaca akan cerah berawan hingga hujan lokal dan berpetir (Rangkasbitung dan Tangerang).

Di provinsi ini, BMKG mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Potensi angin kencang ada di wilayah Kabupaten Lebak bagian Selatan dan Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan yang disertai gelombang tinggi di Selat Sunda hingga Samudera Hindia.

Sementara untuk wilayah Jawa Barat seperti Bekasi, Bogor dan Depok, akan cerah berawan hingga hujan ringan (Bogor) pada malam hari. Di wilayah ini, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Purwakarta dan Subang pada Minggu sore hingga malam hari.

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

Oleh: Ethan Shabir Uttara *)Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengangkat isu ekonomi kembali hadir dalamruang publik Indonesia. Fenomena ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awalkemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, mahasiswa selalu menjadi bagianpenting dalam proses kontrol sosial terhadap kebijakan negara. Kritik, protes, dan penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi.Namun demikian, dalam isu ekonomi, terdapat satu tantangan yang sering muncul: kecenderungan melihat persoalan dari satu sisi tanpa mempertimbangkan gambaran yang lebih utuh. Padahal ekonomi merupakan bidang yang kompleks, dipengaruhi oleh banyakvariabel domestik maupun global, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebihkomprehensif daripada sekadar melihat gejala-gejala yang tampak di permukaan.Belakangan ini sejumlah aksi demonstrasi mengangkat berbagai isu mulai dari kemiskinan, korupsi, program bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas pemerintah. Aspirasitersebut tentu patut dihargai. Namun pertanyaan yang juga perlu diajukan adalah apakahnarasi yang berkembang telah mencerminkan keseluruhan realitas yang sedang berlangsung?Dalam sebuah diskusi publik yang membahas hubungan antara gerakan mahasiswa dan kebijakan negara, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa adalah bagian yang wajar dalam demokrasiIndonesia. Namun ia juga menekankan pentingnya melihat seluruh aspek secara objektif agar penilaian terhadap kondisi bangsa tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang. Pemerintah, menurutnya, tidak menolak kritik, melainkan berupaya menghadirkan gambaranyang lebih lengkap kepada masyarakat. Dalam konteks ekonomi, pendekatan semacam ini sangat relevan. Sebagai contoh, isukemiskinan sering menjadi bahan kritik. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sedang menjalankan berbagai program yang secara langsung menyasar kelompok masyarakatrentan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya bertujuanmeningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomibaru di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok pangan, dan pelaku usahakecil di daerah. Demikian pula dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan instrumenpaling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui anggaran KIP Kuliah yang menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Tentu tidak ada kebijakan yang sempurna. Namun yang perlu dicermati adalah apakahpemerintah menunjukkan kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam kasusMBG misalnya, pemerintah melakukan moratorium penambahan dapur baru untuk fokuspada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan efisiensi anggaran....
- Advertisement -

Baca berita yang ini