Lawan Tren Penurunan Global, Kulon Progo Bidik Wellness Tourism dan Standarisasi Internasional

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kulon Progo menggelar momentum Syawalan di Hotel Novotel, Rabu 8 April 2026, sebagai ajang konsolidasi memperkuat ekosistem pariwisata daerah.

Di tengah fluktuasi kunjungan wisata pasca-Lebaran, sektor perhotelan kini dibidik sebagai mesin utama pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi layanan dan peluang baru dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penetapan YIA sebagai titik embarkasi dan debarkasi haji tahun ini. Kehadiran ribuan jamaah beserta pengantar menjadi angin segar bagi okupansi hotel di Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa sektor perhotelan harus siap menangkap peluang dari mobilitas tinggi di bandara tersebut.

“Dengan adanya embarkasi haji dan penerbangan langsung ke Arab Saudi, kebutuhan akomodasi akan melonjak tajam. Ini adalah peluang besar bagi pelaku usaha untuk tidak hanya sekadar menyediakan kamar, tapi juga jasa penunjang lainnya yang berkontribusi langsung pada peningkatan PAD kita,” ujar Agung, Rabu.

Ketua BPC PHRI Kulon Progo, Raden Sumantoyo, menyadari bahwa untuk memaksimalkan kontribusi terhadap daerah, pelaku industri tidak bisa berjalan sendiri.

Peningkatan kualitas SDM dan standarisasi kuliner di destinasi utama seperti Pantai Glagah dan Congot menjadi prioritas agar wisatawan betah menghabiskan uangnya di Kulon Progo.

“PHRI terus berupaya meningkatkan okupansi. Namun hal ini perlu sinergi dengan berbagai pihak, termasuk YIA dan asosiasi penerbangan. Sektor hotel dan restoran adalah bagian vital dari wajah wisata kita,” tegas Sumantoyo.

Tantangan Global dan Solusi Kreatif

Meski ada potensi besar, perwakilan BPD PHRI DIY, Hermantoni, mengingatkan adanya tren penurunan kunjungan wisatawan dalam tiga tahun terakhir akibat pengaruh situasi global dan krisis Timur Tengah.

Untuk menyiasati hal tersebut, Bupati Agung mendorong pengembangan wellness tourism dan paket wisata pengalaman (sepeda dan jeep) agar pariwisata Kulon Progo memiliki daya saing unik.

Sehingga ada poin-poin strategis yang disiapkan untuk masa depan pariwisata Kulon Progo:

Pertama Integrasi Ekosistem, di mana akan membangun keterkaitan antara hotel, restoran, dan destinasi wisata khususnya di wilayah utara Kulon Progo.

Selain itu mebuat standarisasi internasional. Menggandeng pihak swasta untuk menyelaraskan kualitas layanan lokal dengan standar global.

Yang paling penting adalah optimalisasi YIA. Rencananya akan memanfaatkan aksesibilitas bandara untuk menarik biro perjalanan umrah dan haji agar berkantor dan beroperasi di Kulon Progo.

Melalui langkah-langkah strategis ini, sektor perhotelan diharapkan tidak hanya menjadi penyedia jasa inap, tetapi menjadi pilar ekonomi yang mampu menggerakkan roda pembangunan daerah melalui setoran pajak dan retribusi yang signifikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini