Tangerang Selatan, Minews – Transisi pasca-Lebaran seringkali menjadi masa yang menantang bagi pelayanan publik. Namun, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah berani dengan menerapkan Work From Anywhere (WFA) hingga 30 Maret 2026. Bukan sekadar kebijakan teknis, ini adalah upaya memanusiakan pelayanan di era digital.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Kominfo Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa kebijakan ini adalah jembatan antara profesionalisme dan empati. “Bapak Wali Kota ingin ASN tetap melayani dengan hati, meski raga mereka mungkin masih dalam perjalanan arus balik atau sedang mendampingi keluarga di rumah. Pelayanan yang hangat tidak harus selalu lewat tatap muka, tapi lewat respons yang cepat dan tuntas,” ujar Asep, Rabu (25/3/2026).
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa sistem kerja masa kini telah bergeser dari absensi fisik ke performa digital yang terukur berdasarkan tiga pilar hukum. “Masyarakat perlu memahami bahwa berdasarkan Perpres Nomor 21 Tahun 2023 Pasal 8, negara sudah menjamin fleksibilitas kerja. Artinya, kantor bukan lagi satu-satunya tempat untuk mengabdi. Selama koneksi ada, pengabdian jalan terus,” jelas Asep.
Wali Kota juga menekankan aspek edukatif mengenai penilaian kinerja modern yang kini diterapkan di Tangsel. “Sesuai Permen PANRB Nomor 6 Tahun 2022, kinerja ASN itu dihitung dari output. Jadi, kalau ada layanan yang mandek, sistem kami akan langsung mendeteksi. WFA justru melatih ASN untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab pada target kerja, bukan sekadar menggugurkan kewajiban absen,” tutur Asep menyampaikan pesan Wali Kota.
Selain itu, landasan hukum dari Surat Edaran Menteri PANRB menjadi bukti bahwa kebijakan ini adalah diskresi yang sah dan terukur untuk menjaga ritme kerja nasional pasca-libur panjang.
Penerapan WFA ini juga merupakan bentuk perhatian Pemkot Tangsel khususny Wali Kota terhadap kesejahteraan mental para pegawainya. Dengan mengurangi beban stres akibat kemacetan arus balik, ASN diharapkan bisa lebih jernih dan ramah dalam melayani masyarakat secara daring. “Seorang ASN yang tenang dan sehat secara mental tentu akan jauh lebih maksimal dalam melayani. Kami tidak ingin mereka dipaksa masuk kantor namun dalam kondisi kelelahan fisik akibat perjalanan jauh. Itu justru berisiko menurunkan kualitas layanan,” tambah Asep.
Asep menjamin bahwa transformasi digital di Tangsel sudah mencapai tahap di mana masyarakat bisa mengurus berbagai keperluan cukup dari ponsel. “Ini adalah edukasi bagi kita semua bahwa teknologi hadir untuk mempermudah. Wali Kota sudah menginstruksikan seluruh OPD untuk tetap responsif. Jika ada kendala, warga bisa langsung melapor melalui kanal digital kami. Pelayanan tetap ‘on’ 24 jam secara sistem,” tegasnya.
Masa WFA ini akan berakhir pada 30 Maret 2026, di mana seluruh ASN akan kembali melakukan pelayanan tatap muka secara penuh (Work From Office) setelah mengikuti apel bersama sebagai simbol semangat baru melayani kota. “Intinya satu: Kami tetap bekerja, tetap peduli, dan tetap melayani. Karena esensi ASN adalah menjadi solusi bagi masyarakat, di mana pun kami berada,” pungkas Asep.

