Vice Executive Director IFSR Alfatehan Septianta: MBG Perkuat Gizi Anak dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Mengingat cakupannya yang sangat besar, implementasi program ini membutuhkan tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Radio Elshinta bertajuk “Tata Kelola yang Bersih, Transparan, dan Profesional Dalam Operasional SPPG Sebagai Bagian Dari Implementasi Program MBG”.

Vice Executive Director Indonesia Food Security Review (IFSR) Alfatehan Septianta mengatakan bahwa skala program MBG menuntut pengelolaan yang profesional serta pengawasan yang kuat.

“Program MBG memiliki cakupan yang sangat besar sehingga tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah penerima manfaat program makan sekolah terbesar kedua di dunia. Program MBG telah menjangkau sekitar 64 juta penerima manfaat setiap hari. “Angka tersebut masih berada di bawah program midday meal India yang menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat per hari,” kata Alfatehan.

Menurutnya, apabila program MBG telah berjalan secara penuh, jumlah penerima manfaat di Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 80 juta orang setiap hari.

“Ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam memperkuat upaya pemenuhan gizi anak di Indonesia,” jelasnya.

Dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini telah beroperasi sekitar 24 ribu dapur atau sekitar 70 persen dari target 30 ribu dapur yang direncanakan pemerintah.

Alfatehan menyebutkan bahwa BGN juga telah menerapkan berbagai standar operasional untuk menjaga kualitas pelayanan dan keamanan pangan.

“Setiap dapur diwajibkan memenuhi standar keamanan pangan seperti sertifikasi halal dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, serta direncanakan menerapkan standar HACCP,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat.

“Selain meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal karena kebutuhan bahan pangan dipasok dari petani dan pelaku usaha lokal serta membuka lapangan kerja di operasional dapur,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Program MBG Ciptakan Dampak Ekonomi dan Perkuat Gizi Kelompok 3B

Mata Indonesia, Jakarta – Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI, Fentiny Nugroho menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis...
- Advertisement -

Baca berita yang ini