Jelang Lebaran, Pemerintah Salurkan Beras, Minyak Goreng, BPNT dan PIP

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadan. Sejumlah bantuan yang disiapkan antara lain Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), dengan distribusi yang ditargetkan menjangkau puluhan juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan, dengan distribusi yang ditangani oleh Perum Bulog,” ujar Amran Sulaiman

Secara keseluruhan, bantuan beras dan minyak goreng ini akan disalurkan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menstabilkan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi distribusi bantuan pangan tersebut. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Harus dilaksanakan dan sesegera mungkin, namun persiapan harus matang,” kata Ketut Astawa.

Bantuan pangan tersebut akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yaitu alokasi Februari dan Maret 2026. Dengan skema tersebut, setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu kali penyaluran.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga mulai mencairkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini memberikan dukungan biaya pendidikan agar para pelajar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya. Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp450.000 per tahun untuk siswa sekolah dasar, sekitar Rp750.000 untuk siswa sekolah menengah pertama, serta nominal yang lebih besar untuk jenjang pendidikan menengah atas.

Sementara itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Pilar Pemerataan Sosial dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Oleh: Bagas Wicaksono*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan perannya sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadiinstrumen efektif dalam mendorong pemerataan sosial di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yang inklusif, program ini menghadirkan ruang kesetaraan yang nyata bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Di tengahberbagai tantangan kesenjangan sosial yang masih terjadi, MBG tampil sebagai solusikonkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya generasi mudayang tengah berada pada fase pertumbuhan dan pembentukan karakter.Guru Besar Universitas Tadulako Palu, Nur Sangadji, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan inklusif yang menghadirkan kesetaraan di lingkungan sekolah dengan memberikan akses makanan yang sama bagi seluruh siswatanpa membedakan latar belakang ekonomi, sehingga menciptakan dampak psikologispositif dan memperkuat rasa kebersamaan. Dalam praktiknya, seluruh siswa menerimamanfaat yang seragam, sehingga tidak ada lagi perasaan perbedaan status sosial yang dapat memengaruhi interaksi maupun kepercayaan diri di lingkungan sekolah. Keseragaman ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih adildan berkualitas.Lebih jauh, pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa program makanbergizi bagi siswa merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan sumberdaya manusia. Kebijakan serupa telah diterapkan di sejumlah negara dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Indonesia melalui MBG mengambil langkah yang sejalan dengan praktik global tersebut, sekaligusmenyesuaikannya dengan kebutuhan nasional yang beragam. Dengan demikian, program ini tidak hanya relevan secara domestik, tetapi juga memiliki landasan empirisyang kuat dalam konteks internasional.Selain berdampak pada aspek sosial, MBG juga memiliki dimensi ekonomi yang sangat signifikan. Ketua Umum Prabowonomic, Tommy...
- Advertisement -

Baca berita yang ini