Produksi Surplus, Indonesia Siap Ekspor Beras

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Indonesia menegaskan babak baru kedaulatan pangan nasional. Setelah bertahun-tahun bergantung pada impor, kini produksi beras dalam negeri melonjak signifikan hingga menciptakan surplus besar. Pemerintah pun menyatakan kesiapan untuk mengekspor beras ke sejumlah negara sahabat sebagai bukti nyata keberhasilan swasembada yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada sekaligus kesiapan ekspor.

“Penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor,” ujar Mentan.

Menurutnya, apabila tren produksi terus konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus beras nasional dapat mencapai sekitar 9 juta ton. Capaian ini disebut sebagai puncak prestasi seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari petani, penyuluh, hingga pemerintah daerah.

“Ini puncak prestasi Bapak Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” tegasnya.

Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini. Bahkan, untuk memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia, ekspor direncanakan langsung dilakukan dari wilayah timur menuju Papua Nugini.

“Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,” ungkap Amran.

Kabar menggembirakan juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia mengungkapkan bahwa setelah Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras pada 2024, pada 2025 angka impor berhasil ditekan hingga nol persen. Produksi nasional bahkan meroket menjadi 34,77 juta ton.

Alih-alih mendatangkan beras dari luar negeri, Indonesia kini bersiap mengirimkan beras premium ke pasar internasional.

“Ekspor perdana 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi akan berangkat dari Tanjung Priok pada 28 Februari besok,” ungkap Zulhas.

Ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji tersebut diproyeksikan menyumbang devisa hingga Rp150 miliar. Dengan surplus stok yang melimpah, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bahkan menolak usulan impor beras industri sebesar 380 ribu ton untuk tahun 2026.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting transformasi sektor pangan nasional. Dari negara pengimpor besar, Indonesia kini berdiri sebagai produsen tangguh yang siap memasok kebutuhan dalam negeri sekaligus berkontribusi pada pasar global. Produksi surplus bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan pertanian nasional dan komitmen kuat menuju kedaulatan pangan yang kokoh dan berkelanjutan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini