Indramayu — Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, menginisiasi program pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket bernilai ekonomis. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab permasalahan pengelolaan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan KKN tersebut berlangsung pada periode Januari hingga Februari 2026 dan berfokus pada pemanfaatan limbah sekam padi yang dihasilkan dari aktivitas penggilingan padi di Desa Jayalaksana.
Sebagai desa dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian, khususnya padi, Desa Jayalaksana menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar setiap musim panen. Namun, limbah tersebut selama ini umumnya hanya dibuang atau dibakar secara terbuka, sehingga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan. Melalui program bertajuk Peningkatan Nilai Ekonomis Limbah Sekam Padi dengan Produksi Arang Briket, mahasiswa KKN Unpad memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah berbasis potensi lokal. Sekam padi diolah menjadi arang briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan, sekaligus memiliki peluang nilai jual bagi masyarakat. Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari survei dan identifikasi permasalahan di lapangan, koordinasi dengan perangkat desa dan mitra petani penggilingan padi, hingga pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan arang briket.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat mengenai proses produksi arang briket, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pembakaran menggunakan sederhana, pencetakan briket, hingga pengeringan dan pemanfaatannya. Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk mitra petani pemilik penggilingan padi, warga Desa Jayalaksana, serta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah setempat.
Keterlibatan siswa SMP dilakukan sebagai bagian dari edukasi sejak dini mengenai pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif, sekaligus untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas generasi muda desa. Mitra petani penggilingan padi menyambut positif kegiatan ini karena limbah sekam padi yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna kini dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain membantu mengurangi penumpukan limbah, program ini juga membuka peluang pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku produk bernilai tambah.
Sementara itu, masyarakat dan siswa yang terlibat mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha skala rumah tangga. Mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan limbah sekam padi, tetapi juga untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Melalui pendampingan yang dilakukan, diharapkan masyarakat mampu melanjutkan dan mengembangkan produksi arang briket secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir. Ke depan, mahasiswa KKN mendorong adanya dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, serta perguruan tinggi, agar pengolahan arang briket dapat dikembangkan ke skala yang lebih besar. Dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, serta dukungan kelembagaan dan pemasaran, arang briket berbahan sekam padi dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan tidak hanya pada tingkat rumah tangga, tetapi juga untuk kebutuhan energi skala industri. Kegiatan KKN ini menjadi salah satu contoh peran mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui program yang aplikatif, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta ekonomi masyarakat desa.



