Beasiswa Otsus Papua Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa dan Mahasiswa Rasakan Manfaat Nyata

Baca Juga

Mata Indonesia, Biak Numfor – Program Beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) Papua terus menunjukkan peran strategis dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. Pada awal 2026, ribuan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Biak Numfor mulai mendapatkan kepastian pencairan bantuan pendidikan yang bersumber dari program nasional maupun dana Otsus daerah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor memastikan distribusi Program Indonesia Pintar (PIP) serta Kartu Biak Pintar (KBP) berjalan tepat sasaran, khususnya bagi siswa di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan. Pemerintah daerah menggandeng bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama BRI dan BNI, untuk mempercepat pembukaan rekening siswa penerima manfaat.

Kepala Dikdaya Biak Numfor, Kamaruddin, menyampaikan bahwa proses administrasi telah memasuki tahap akhir dan pencairan ditargetkan selesai paling lambat Februari 2026. “Paling lambat pada Februari ini para siswa sudah dapat mencairkan bantuan tersebut,” ujarnya. Ia menjelaskan, kepala sekolah di daerah sulit akses diberi kewenangan mengambil buku tabungan dan menyerahkannya langsung kepada orang tua siswa tanpa menyentuh fisik dana bantuan.

Pemkab Biak Numfor mencatat sekitar 6.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK telah diajukan sebagai penerima PIP nasional, dengan besaran bantuan mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.000.000 per siswa. Selain itu, dana Otsus dimanfaatkan untuk memperkuat program Kartu Biak Pintar sebagai pelengkap pembiayaan pendidikan daerah.

Dampak nyata beasiswa Otsus juga dirasakan hingga jenjang pendidikan tinggi. Cecilia Novani Mehue, penerima Beasiswa Otsus Papua yang menempuh pendidikan S1 dan S2 di Oregon State University, Amerika Serikat, menilai beasiswa tersebut telah membuka jalan bagi anak muda Papua untuk bersaing secara global. “Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apa pun,” kata Cecilia.

Senada, Puteri Indonesia Papua 2023, Yunita Alanda Monim, menilai program beasiswa Otsus semakin berkembang meski masih membutuhkan penguatan sosialisasi. “Yang penting pemerintah terus menyampaikan informasi agar makin banyak anak muda Papua merasakan manfaat Otsus, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama internasional, termasuk peluang beasiswa luar negeri bagi putra-putri Papua. Langkah ini menegaskan komitmen Otsus Papua sebagai instrumen utama dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing, berpendidikan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah serta nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Beasiswa Otsus, Jembatan Emas Generasi Papua Menuju Masa Depan Gemilang

Oleh : Natael Pigai )* Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas. Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus....
- Advertisement -

Baca berita yang ini