TANGSEL, Minews – Persoalan sampah bukan sekadar urusan teknis pembuangan, melainkan sebuah perjuangan kemanusiaan untuk mewarisi lingkungan yang layak bagi generasi mendatang. Menanggapi instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas baru-baru ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah kota menjadi lebih bersih, hijau, dan tertata melalui serangkaian solusi hulu yang konkret.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa instruksi Presiden mengenai penanganan sampah sebagai musuh bersama adalah panggilan moral bagi seluruh jajaran pemerintah daerah. Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, ditegaskan bahwa Pemkot Tangsel tidak tinggal diam dan terus bergerak melakukan akselerasi di lapangan.
“Bapak Wali Kota Benyamin Davnie secara tegas memerintahkan agar seluruh perangkat daerah tidak lagi bekerja di zona nyaman. Beliau menyampaikan bahwa setiap sudut kota, mulai dari protokol hingga gang-gang pemukiman, harus dipoles sedemikian rupa. Target kita jelas, Tangsel bukan hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menjadi rumah yang asri, nyaman, dan manusiawi bagi setiap warganya,” ujar TB Asep Nurdin dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).
Menanggapi instruksi terkait keterlibatan institusi pendidikan, Asep menjelaskan bahwa Wali Kota telah merancang skema kolaborasi lintas sektoral. Sekolah-sekolah di Tangsel akan ditransformasikan menjadi garda terdepan dalam memutus rantai masalah sampah sejak dini.
“Terkait keterlibatan sekolah, Pak Wali Kota menginginkan ini menjadi gerakan yang menyentuh sisi humanis pendidikan karakter. Beliau menginstruksikan, ‘Siswa jangan hanya diajarkan teori di dalam kelas, ajak mereka turun langsung, ajarkan cara memilah sampah dari bangkunya sendiri, dan fungsikan bank sampah sekolah secara aktif’. Harapannya, mereka akan menjadi agen perubahan yang membawa budaya bersih ke rumah masing-masing,” papar Asep mengutip arahan Wali Kota.
Sebagai solusi konkret yang sedang berjalan, Pemkot Tangsel terus memperkuat pengoperasian fasilitas Intermediate Treatment Facility (ITF) dan optimalisasi teknologi pengolahan sampah di tingkat hulu. Hal ini dimaksudkan agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan melalui sistem reduksi yang efektif.
“Pesan Pak Wali sangat mendalam, beliau mengatakan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dan setiap keringat petugas di lapangan adalah bentuk investasi untuk kesehatan dan kebahagiaan warga Tangsel. Saat ini, Pemkot tengah menggencarkan revitalisasi sistem drainase dan penghijauan ruang publik secara masif. Kami pastikan armada kebersihan bekerja ekstra untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang mengendap di ruang publik,” tambah Asep.
TB Asep Nurdin menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa Pemkot Tangsel terus membuka ruang kolaborasi dan inovasi teknologi guna menjawab tantangan zaman.
“Instruksi Presiden Prabowo adalah mandat yang harus kami tunaikan. Pak Wali Kota berkomitmen penuh untuk mencari solusi permanen melalui kemandirian pengolahan sampah, agar wajah Tangerang Selatan semakin cantik dan kualitas hidup masyarakatnya terus meningkat,” pungkasnya.



