Mata Indonesia, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja tim pemerintahannya yang mampu mewujudkan swasembada beras nasional jauh lebih cepat dari target awal.
Target yang sebelumnya dipatok empat tahun, nyatanya dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara di forum internasional World Economic Forum (WEF).
Ia mengungkapkan bahwa produksi beras Indonesia kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
“Saya memberi target empat tahun, tetapi tim saya mampu mencapainya dalam satu tahun,” ujar Prabowo.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kerja keras dan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo juga menyatakan optimisme bahwa dalam empat tahun ke depan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga pangan strategis lainnya.
“Saya yakin kita bisa mandiri pangan secara menyeluruh,” tegasnya.
Dukungan terhadap agenda swasembada pangan nasional tersebut terlihat nyata di daerah.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa ketersediaan beras di Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi aman.
“Beras kita tercukupi di Sulut. Kita juga rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan membagikan beras cadangan pemerintah, terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah antisipatif tersebut turut menekan laju inflasi. “Puji Tuhan, inflasi Sulut di tahun 2025 nomor tiga terendah di Indonesia. Ini hasil dari gerakan dan program yang kita lakukan bersama,” katanya.
Pemerintah provinsi juga berencana mendistribusikan kembali sekitar 2.000 hektare lahan pertanian serta menyalurkan bantuan alat dan sarana pertanian.
“Saya juga akan berikan lima pompa air agar saat musim kemarau nanti, panen kita tidak tergantung hujan,” jelas Gubernur Yulius, sembari mengingatkan petani agar tidak menimbun hasil panen.
Kontribusi pelaku usaha turut memperkuat upaya tersebut.
PT Global Nutri Agrinusa (GNA) melalui produk pupuk Suma memfasilitasi panen raya di Desa Gabus, Kabupaten Pati. Perwakilan PT GNA, Endah Sri Wahyuningati, menyatakan kegiatan ini selaras dengan upaya swasembada pangan.
“Produk kami hadir sebagai mitra yang akan berkolaborasi dengan prototipe pertanian yang selama ini sudah ada di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil ubinan menunjukkan produktivitas lahan mencapai lebih dari 10 ton per hektare.
“Yang terpenting, produk ini diaplikasikan secara benar, dan ketika ada kendala, PT GNA siap mendampingi serta memberikan solusi,” tutupnya.
