Peninjauan Kesiapan Pengamanan, Bukti Penguatan Koordinasi Lintas Sektor untuk Libur Tahun Baru

Baca Juga

MataIndonesia, JAKARTA – Peninjauan kesiapan pengamanan yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelang libur Tahun Baru 2026 menjadi bukti konkret penguatan koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Langkah ini menegaskan komitmen kuat negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima selama periode libur akhir tahun.

Kapolri dan Menhub meninjau langsung Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Kota Bekasi, untuk memastikan kesiapan infrastruktur, teknologi pemantauan lalu lintas, serta sistem komando terpadu yang melibatkan berbagai instansi. Kapolri menekankan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama Natal dan Tahun Baru.

“Peninjauan kesiapan pengamanan ini adalah bukti nyata bahwa koordinasi lintas sektor berjalan sangat baik. Mulai dari Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, hingga seluruh pemangku kepentingan, semuanya siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolri memantau kesiapan pos terpadu, peralatan penanganan kecelakaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti ETLE dan drone. Sistem pemantauan jalan tol nasional, termasuk di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, dipastikan berfungsi optimal, bahkan pada ruas tol yang sebelumnya terdampak bencana.

Kapolri menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi arus lalu lintas terpantau aman dan terkendali meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan sekitar 21 hingga 22 persen. Untuk menjaga kelancaran, Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara terukur dan situasional.

“Kami pastikan seluruh langkah antisipasi sudah disiapkan, mulai dari contraflow hingga one way terbatas. Semua dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama libur Tahun Baru,” ujar Kapolri.

Penguatan koordinasi lintas sektor juga tercermin dalam peninjauan Kapolri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kapolri memastikan bahwa pengamanan dan pelayanan di simpul transportasi publik berjalan optimal. Fasilitas pendukung seperti ruang laktasi, layanan kesehatan, area bermain anak, serta ketepatan waktu keberangkatan dinilai telah disiapkan dengan baik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan kunci sukses pengelolaan libur Natal dan Tahun Baru.

“Peninjauan ini menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor semakin solid. Sinergi antara Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Basarnas, dan operator transportasi adalah fondasi utama dalam menjamin perjalanan masyarakat yang aman, selamat, dan lancar,” kata Menhub.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini