Sudah Jadi Profesi, Pemerintah Janjikan Ini untuk Dunia Olahraga

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Olahraga kini sudah bukan lagi sekadar hobi tetapi sudah menjadi profesi, maka Pemerintah Jokowi memberi ruang yang sangat luar biasa kepada cabang olah raga termasuk bulutangis.

“Menjadi pemain sepakbola sekarang ini, selain menjadi hobi juga menjadi profesi. Demikian juga pemain basket, bola voli dan cabang-cabang lainnya termasuk di bulu tangkis, di tenis dan sebagainya,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, yang ditulis Senin 9 September 2019.

Menurut Pram, panggilan Pramono, pemerintah akan memfasilitasi dengan menyediakan sarana dan mendorong anak muda Indonesia tampil menjadi olahragawan tingkat dunia.

Sekretaris Kabinet juga mengungkapkan betapa beruntungnya Indonesia mempunyai sejarah panjang dalam olahraga, baik pada tingkat nasional maupun dunia, terutama ditorehkan di cabang bulutangkis, cabang atletik, cabang renang dan beberapa cabang lainnya.

Untuk itu, Seskab menyebut Hari Olahraga Nasional (Haornas), yang selalu dirayakan pada 9 September, mempunyai makna yang sangat penting bagi kemajuan bangsa sebagai sebuah penanda bahwa bangsa ini mempunyai perjalanan dan jalan yang panjang untuk menjadi bangsa besar, bangsa yang maju, dan Indonesia siap untuk itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini