Tokoh Masyarakat dan Pemuda Ajak Masyarakat Terima Hasil PSU

Baca Juga

Jakarta – Dalam semangat menjaga demokrasi yang sehat dan damai, sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia mengajak masyarakat untuk menerima hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) dengan bijak dan penuh kedewasaan. Ajakan ini disampaikan menyusul pelaksanaan PSU di beberapa wilayah yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) akibat pelanggaran dalam proses pemilihan sebelumnya.

Ketua Milenial SASUAI, Ulul Azmi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya PSU di Kabupaten Pasaman yang berjalan aman, tertib dan lancar. Pihaknya menekankan pentingnya kehadiran warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai bentuk tanggung jawab dalam menentukan pemimpin yang akan melanjutkan pembangunan daerah.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah hadir ke TPS. Karena ini adalah pemilihan kepala daerah, pemilihan pemimpin yang akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Pasaman,” kata Ulul.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Empat Lawang, Defi Albusyairi mengimbau masyarakat diharapkan dapat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap proses PSU yang lancar. Masyarakat juga diminta untuk menghargai dan menerima hasil PSU sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun demokrasi yang bermartabat.

“Masyarakat diharapkan dapat memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap proses PSU, karena kelancaran pelaksanaannya. Masyarakat hendaknya menghargai dan menerima hasil PSU sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun demokrasi yang bermartabat,” ucapnya.

Di Jawa Timur, pelaksanaan PSU berjalan tertib dan aman. Ketua KPU Magetan, Aang Kunaifi mengatakan dalam rangka memastikan proses demokrasi yang adil dan transparan, pelaksanaan PSU telah berjalan dengan lancar serta patut diapresiasi, mengingat tantangan yang dihadapi serta kompleksitas logistik yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

“Kami melakukan pantauan dan pendampingan total terhadap penyelenggara pemilu dalam melaksanakan pemungutan suara ulang. Jaga kewenangan sebagai bagian dari penyelenggara serta laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Yuliyanto.

Ajakan dari para tokoh masyarakat ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kedamaian dalam proses demokrasi. Mereka berharap masyarakat dapat menerima hasil PSU dengan lapang dada, menjauhi konflik, dan bersama-sama membangun daerah masing-masing demi kesejahteraan bersama.

Terselenggaranya PSU secara aman dan damai merupakan sebuah pencapaian penting yang patut diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat. Di tengah dinamika politik dan berbagai tantangan teknis, seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, aparat keamanan, hingga masyarakat pemilih, telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa demokrasi Indonesia semakin matang, dengan seluruh peserta pemilu mampu menahan diri dan menghormati setiap tahapan yang ditetapkan secara konstitusional. [^]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini