Gokil! Ari Lesmana Fourtwnty, ‘Berandal’ Tapi Dapat Beasiswa hingga Lulus S2 LSPR

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pecinta musik indie pasti sudah tak asing lagi jika mendengar kata Fourtwnty. Nama Fourtwnty sudah dikenal luas di tengah masyarakat pecinta musik indie Tanah Air dengan tiga anggota yaitu Ari Lesmana, Nuwi dan Roots.

Grup musik yang juga dibentuk oleh Roby ‘Geisha’ ini telah mengeluarkan lagu-lagu hitsnya yang membuat mereka semakin dikenal seperti Zona Nyaman, Kusut, Fana Merah Jambu dan masih banyak lagi.

Lewat akun channel milik Gofar Hilman yang diunggah pada 1 September 2019 lalu,sang vokalis, Ari Lesmana membagikan pengalaman dan perjalanan karirnya.

Tak disangka, Ari yang memiliki image anak ‘berandalan’ ini ternyata lulusan S2 jurusan Corporate Communication dari London School of Public Relations (LSPR). Ia mengaku melanjutkan S2-nya lantaran mendapat beasiswa.

“Gara-gara waktu itu ceritanya  nemenin temen, nemenin temen dia bilang nih ri ada scholarship, ada beasiswa, untuk anak s1. S1nya bener tuh 4 tahun, nah pas semester 8 ngurusin skripsi dibukalah batch ke tiga, angkatan ketiga untuk si S2nya. Temen gua bilang, ‘Ri temenin gua yuk’,” ungkap Ari Lesmana.

Ari menceritakan bahwa saat itu kemampuan Bahasa Inggris-nya tak begitu bagus. Namun ternyata keberuntungan berpihak pada dirinya. Ari Lesmana bisa langsung melanjutkan kuliah di kampus terdahulunya. Yups, Ari Lesmana juga lulusan S1 LSPR.

Pria bertato ini pun membeberkan bahwa untuk lulus kari kampus ‘elite’ tersebut dirinya dibantu oleh dua temannya. Pasalnya, tesis yang dibuat harus dalam Bahasa Inggris.

“Ada dua tipe, satu yang ijazahnya dapat dari lokal yang satu lagi dapat yang dari cambridge nya. Nah cuman yang si cambridge ini nantinya si tesisnya itu harus harus berbahasa Inggris secara full. Kemudian yaudahlah gua nyoba-nyobain aja. Bikin sendiri? Engga dibantuin sama gitaris gua si Adrian ada satu lagi teman gua namanya Paul,” ungkapnya.

Dalam video yang diunggah Gofar Hilman, Ari Lesmana juga mengaku bahwa orang tuanya tak tahu jika ia mendapatkan beasiswa. Ayah Ari Lesmana baru tahu usai bertanya secara langsung. Ayahnya merasa heran karena Ari Lesmana pergi kuliah dan disangka mahasiswa abadi.

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini