Muncul Isu Kotak Kosong di Pilkada Bantul, Bawaslu Dekati Parpol untuk Pencegahan Rusaknya Demokrasi

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul telah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan terjadinya demokrasi kotak kosong pada Pilkada Bantul 2024.

Untuk diketahui, kotak kosong di sini bukanlah kotak suara yang kosong, melainkan munculnya satu calon tunggal yang tak memiliki saingan saat pemilihan umum, sehingga posisi lawan disebut sebagai kotak kosong.

Hal itu, muncul setelah sebelumnya isu Bupati Petahana, Abdul Halim Muslih dinilai paling kuat bertarung di Pilkada nanti. Di sisi lain banyak parpol yang diborong oleh salah satu kandidat karena sudah cukup percaya dengan sosok Abdul Halim.

Menanggapi hal itu, Bawaslu akan mengumpulkan partai politik dan mengoptimalkan sosialisasi guna mencegah demokrasi kotak kosong pada Pilkada Bantul 2024.

“Kami akan segera mengumpulkan parpol, terutama yang memiliki kursi di DPRD. Kami akan sosialisasikan terkait perselisihan atau sengketa antar parpol dan peserta Pilkada,” ujar Didik dalam, Selasa (5/8/2024).

Didik menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah adanya kotak kosong pada Pilkada serentak di Bantul. Bawaslu berupaya agar gerakan demokrasi kotak kosong tidak digencarkan.

“Kami berharap semua parpol yang punya kursi ikut berpartisipasi sehingga proses demokrasi bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Didik menjelaskan bahwa gerakan ‘Ayo Nyawiji Ngawasi’ didasari oleh semangat gotong royong masyarakat. Bawaslu melihat ada lima pilar yang terlibat dalam gerakan ini.

Pertama adalah relawan pengawas partisipatif berbasis dusun dengan 933 orang, kedua adalah relawan penggerak desa anti politik uang (APU) yang tersebar di 17 desa di Bantul. Ketiga, pimpinan ormas keagamaan, keempat kepemudaan hingga disabilitas. Kelima adalah media.

Didik juga menyebutkan bahwa gerakan ini dibentuk karena kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Bawaslu Bantul. Bawaslu hanya memiliki satu pengawas di tiap Kalurahan, sehingga diperlukan partisipasi dari berbagai pihak.

Terkait kerawanan pada Pilkada, Didik mengungkapkan bahwa Bawaslu telah memetakan sejumlah kerawanan, termasuk politik uang, gesekan antar pendukung, serta netralitas ASN dan perangkat Kalurahan.

“Gerakan ini diharapkan dapat menekan potensi kerawanan politik uang, politisasi SARA, hingga hoaks,” pungkas Didik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Papua

Oleh: Yulianus Wenda*Papua saat ini tengah memasuki babak baru pembangunan yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun pengembangan sumber daya manusia, menunjukkankomitmen kuat negara dalam menghadirkan kemajuan yang merata hingga kewilayah paling timur Indonesia. Dalam konteks tersebut, stabilitas keamananmenjadi faktor yang sangat penting karena menjadi fondasi utama bagikeberlangsungan dan keberhasilan seluruh agenda pembangunan di Tanah Papua.Keamanan yang kondusif bukan sekadar menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi prasyarat bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi, meningkatnyapelayanan publik, serta berkembangnya investasi yang mampu membuka lapangankerja baru. Ketika situasi daerah aman dan damai, masyarakat dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari berkebun, melaut, berdagang, hinggamenyelenggarakan kegiatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.Pemerintah saat ini terus mendorong pembangunan Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisiksemata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Pendekatan tersebut merupakanlangkah strategis yang mencerminkan semangat pembangunan yang berkeadilandan berkelanjutan.Tokoh perempuan adat Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, menilaibahwa pembangunan yang dilaksanakan di Papua harus dipahami sebagai upayabersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjagakelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam setiaptahapan pembangunan merupakan kunci penting untuk memastikan bahwa manfaatpembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak harusdipandang sebagai proses yang terpisah dari nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Sebaliknya, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal sehinggamampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutanlingkungan. Pendekatan semacam ini menjadi modal penting dalam memperkuatkepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengahdilaksanakan pemerintah.Stabilitas keamanan juga memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperluas akses masyarakatterhadap layanan dasar. Keberhasilan program-program tersebut tentu sangat ditentukan oleh terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.Kepala Suku...
- Advertisement -

Baca berita yang ini