Datangi DPRD Indramayu, Nasabah BPR KR Perjuangkan Ini

Baca Juga

MINEWS, ndramayu – Tak menyerah untuk mendapatkan hak mereka, Puluhan Nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja (KR) di Indramayu mendatangi Gedung DPRD Indramayu. Mereka mengadu dan memohon secepatnya tabungan dan deposito bisa dikembalikan.(14/3/2023)

Dari puluhan nasabah itu, serentak meminta uang mereka dikembalikan dengan segera dan mempertanyakan nasib uang dalam tabungan yang sulit untuk dicairkan.

Tidak sampai disitu nasabah BPR KR memohon agar bisa bertemu dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM) yaitu Bupati Indramayu Nina Agustina.

Gumilang salah satu dari puluhan nasabah BPR KR mengungkapkan keresahannya dan kekecewaannya apa yang menjadi hak mereka dipersulit oleh pihak Bank.

“Harus secepatnya, karena itu memang hak kami, dan jangan ada kesulitan dalam proses pencairannya. Sampai saat ini kami juga tidak menemukan adanya titik terang ,” ucap Gumilang.

Tidak hanya Gumilang Puluhan nasabah lainnya pun meneriakkan harapan, mempertanyakan bagaimana nasib dan kepastian uang yang selama ini mereka sisihkan.

“Sedikit demi sedikit kami sisihkan rezeki yang kami dapat untuk ditabung meski saya terbilang nasabah dengan nominal kecil sekitar 400 jutaan saja, dan masih banyak teman-teman yang datang dengan nominal hingga mencapai miliaran,” pungkasnya.

Tidak sampai disitu lebih lanjut Ketua DPRD Indramayu Saefudin mengungkapkan akan memfasilitasi dan membantu apa yang menjadi hak nasabah terutama keinginan mereka untuk bertemu dengan Nina Agustina Bupati Indramayu selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

“Keinginan nasabah hanya satu, uang dalam tabungan bisa diambil, dicairkan dan itu hak mereka sebagai nasabah. Kami akan bersurat kepada KPM beserta tanda tangan nasabah,” ucap Saefudin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini