Wakapolda DIY: Erupsi Merapi, Masyarakat Jangan Panik

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Wakapolda DIY Brigjen Pol R. Slamet Santoso meninjau langsung perkembangan Gunung Merapi di Posko SAR Kaliurang Pakem Sleman, Minggu, 12 Maret 2023.

Diketahui Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DIY tersebut memuntahkan lahar panas siang hari ini.

“Dari laporan yang saya terima, kejadiannya pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng dan Krasak,” ungkap Wakapolda kepada pewarta saat meninjau Pos SAR Kaliurang.

Wakapolda menghimbau kepada warga sekitar lereng gunung Merapi untuk menjauhi daerah berbahaya dengan radius saat ini 7 Km dari puncak.

“Kepada masyarakat sekitar lereng Merapi tetap tenang dan jangan panik, kita pantau terus dan patuhi petunjuk dari BPPTKG,” himbaunya.

Wakapolda mengungkapkan, Polda DIY akan terus pantai dan berkoordinasi dengan pihak terkait tentang situasi gunung Merapi saat ini.

“Kita berharap semua aman dan terkendali,” harapnya mengakhiri.

Guguran lava disertai awan panas tersebut mengakibatkan daerah Magelang dan sekitarnya mengalami hujan abu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Aspirasi Tetap Murni di Tengah Agenda Pemulihan Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )*Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi kepada pemerintah. Kebebasan berpendapat menjadi salah satu fondasipenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena memungkinkan lahirnyakebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Namun, di tengah upayamemperkuat pemulihan ekonomi nasional, penyampaian aspirasi perlu tetap dijagaagar tidak kehilangan substansinya akibat tindakan yang justru merugikan masyarakatluas.Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan telah menjadi bagian dariperjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan kebijakan lahir dari dialog yang diawali oleh kritik masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukansecara damai dan bertanggung jawab bukan hanya menjadi hak warga negara, tetapijuga bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.Di era digital, dinamika penyampaian aspirasi tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga di media sosial. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi masyarakat secara luas. Kondisi ini membuka peluang bagimunculnya disinformasi, provokasi, maupun narasi yang dapat memperkeruh situasiapabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, kedewasaan dalam bermedia sosialmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas demokrasi.Dalam konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajakmahasiswa untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sertameningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan berbagai bentukprovokasi di ruang digital yang berpotensi memicu eskalasi situasi. Imbauan tersebutjuga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawabagar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu stabilitas sosial. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat ruang digital kini memiliki pengaruh besarterhadap dinamika di lapangan. Narasi yang dibangun melalui media sosial mampumenggerakkan opini publik, bahkan memicu tindakan spontan yang belum tentudidasarkan pada informasi yang utuh. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi kebutuhanmendesak agar masyarakat dapat memilah informasi secara kritis sebelummenyebarkannya.Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan komitmen terhadappenyampaian aspirasi yang bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat KesatuanMahasiswa Hindu Dharma Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini