Pro Kontra GrabAndong yang Kini Mengaspal di Yogyakarta

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Grab Indonesia baru saja meluncurkan layanan andong online, GrabAndong, pada Jumat, 23 Agustus 2019 malam. Atas dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) layanan ini dibuat untuk kian menarik minat wisatawan.

Dilansir dari Instagram Garda Satwa Foundation, @gardasatwafoundation, di dunia penyayang binatang, berita andong online ini menuai pro dan kontra. Bagi yang kontra, tentunya mereka mempertanyakan kesejahteraan kuda yang dijadikan moda transportasi online.

Bukan tanpa alasan, pasalnya berdasarkan laporan yang didapat, banyak kejadian yang dapat merugikan kudanya maupun membahayakan penumpangnya.

“Beberapa waktu yang lalu, banyak kejadian-kejadian sempat ramai di sosmed kuda-kuda andong/delman, jatuh tersungkur karena kelelahan, kepanasan, dan bahkan mengamuk, hal ini tentu selain merugikan kudanya, juga membahayakan penumpangnya,” tulis @gardasatwafoundation pada Sabtu, 24 Agustus 2019.

Bagi yang pro, tulis @gardasatwafoundation, merasa bahwa dengan diciptakannya andong online, bisnis transportasi andong menjadi teratur dan diawasi. Namun, bagi yang kontra merasa skeptis terhadap aturan-aturan tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Seperti misalnya apa yg menjamin kudanya sejahtera, karena yg pegang kendali adalah mitranya? Apa dari @grabid sendiri ada perawatan rutin kudanya atau pengawasan dari grab langsung ke tiap-tiap mitra andong ini? Bagaimana teknis implementasi aturan-aturan andong online? Apa bentuk tanggung jawab @grabid dalam segi kesejahteraan hewan yang akan digunakan untuk bisnis transportasi?,” tulis dia lagi.

Dilihat dari kolom komentar postingan tersebut, banyak netizen dan penyanyang binatang yang ikut memberikan pendapatnya.

“Jd ada plus minus nya ya. Plusnya adalah bebas polusi. Minusnya, memanfaatkan binatang utk transportasi,” tulis akun @asayas**na.

Kemudian komentar tersebut dibalas oleh @gardasatwafoundation dengan, “@asayas**na enak naik sepeda dan jalan kaki kaya di Belanda. Trotoarnya aja dibenerin dan diatur supaya ga ada yang seruntulan 😊.”

“Kuda itu jalannya bukan di aspalll ah,” tulis @ddn**.17.

“@ddn**.17 betul! Tapal kuda akan membuat kakinya sakit jika berjalan di aspal. Bagi yg mengerti dan menyayangi kuda hanya akan menungganginya di atas tanah, jika melewati aspal, penunggang yang mengerti pasti lebih memilih turun dan menuntun kuda di sebelahnya,” timpal @gardasatwafoundation atas komentar @ddn**.17.

“@ddn**.17 yaa coba perhatikan sajahh.. Semuanya spt ga berpikir pakai otak, padahal otak dan akal itu yg membedakan drajat manusia dengan hewan. Asal dpt untung banyak, yang lainnya jadi “bukan urusan saya!” ga punya hati? I have no comments,” tulis @ tika***kim.

View this post on Instagram

Di dunia penyayang binatang, berita andong online menuai pro dan kontra. Bagi yang kontra banyak bermunculan pertanyaan-pertanyan terkait dengan kesejahteraan kuda yang dijadikan sebagai moda transportasi online. Beberapa waktu yang lalu, banyak kejadian-kejadian sempat ramai di sosmed kuda-kuda andong/delman, jatuh tersungkur karena kelelahan, kepanasan, dan bahkan mengamuk, hal ini tentu selain merugikan kudanya, juga membahayakan penumpangnya. Bagi yang pro, merasa bahwa dengan diciptakannya andong online, bisnis transportasi andong menjadi teratur dan diawasi, namun bagi yang kontra merasa skeptis terhadap aturan-aturan tersebut dapat berjalan dengan baik, seperti misalnya apa yg menjamin kudanya sejahtera, karena yg pegang kendali adalah mitranya? Apa dari @grabid sendiri ada perawatan rutin kudanya atau pengawasan dari grab langsung ke tiap-tiap mitra andong ini? Bagaimana teknis implementasi aturan-aturan andong online? Apa bentuk tanggung jawab @grabid dalam segi kesejahteraan hewan yang akan digunakan untuk bisnis transportasi?

A post shared by Garda Satwa Foundation (@gardasatwafoundation) on

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini