Dari Mana Sumber Kekayaan Kerajaan Inggris?

Baca Juga

MATA INDONESIA,LONDON– Ratu Elizabeth II yang naik tahta 70 tahun yang lalu dan meninggal pada usia 96 tahun tidaklah sekaya yang orang-orang kira.

Elizabeth II memiliki kekayaan bersih sebesar 442,92 juta dolar atau sekitar 340 juta pound. Jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada anggota keluarga kerajaan lainnya,termasuk Harry dan Meghan yang memilki kekayaan bersama sebesar 30 juta dolar.

Kekayaan Kerajaan Inggris berasal dari perbendaharaan dan dana pembayaran pajak. Perjanjian dasarnya adalah bahwa keluarga kerajaan mendapatkan hibah sebagai imbalan untuk menyerahkan semua keuntungan dari Crown Estate.

Setiap tahun raja yang memerintah mendapatkan sejumlah uang yang setara dengan 25 persen dari Keuntungan Crown Estate. Hibah tersebut berjumlah 107,1 juta dolar atau setara dengan 82,2 juta pound.

Melansir dari Insider,”hibah tersebut mencakup pemeliharaan dan utilitas properti,perjalanan keluarga,dan gaji karyawan,” Ungkap pihak keuangan resmi kerajaan.

Selain itu, pemasukan tersebut berasal dari wilayah Lancaster berupa tanah dan aset lain yang sudah ada di keluarga kerajaan sejak ratusan tahun yang lalu.

Aset bersih tersebut bernilai 715 juta dolar,termasuk 18.433 hektar tanah dan terdiri dari properti perumahan,komersial dan pertanian. Hasil aset tersebut mencapai 27 juta dolar.

Menurut situs web kerajaan,jumlah ini membantu biaya yang tidak ditanggung oleh uang hibah (Sovereign Grant). Uang tersebut mereka gunakan untuk membayar pengeluaran anggota keluarga kerajaan lainnya.

Ratu juga memiliki koleksi seni yang yang luas yang berada di Balmoral dan Sandringham. Serta masih banyak lagi aset berharga yang telah diturunkan dari raja sebelumnya. Seorang ahli keuangan kerajaan mengatakan bahwa anggota keluarga kerajaan adalah jutawan bukan miliader.

Selanjutnya adalah properti di wilayah Cornwall yang Elizabeth gunakan untuk menutupi biaya pangeran Charles dan ahli warisnya. Itu artinya William,Kate,Harry,dan Megha dilindungi oleh properti dari wilayah Cornwall.

Sebelum kematiannya,Ratu dan Pangeran Charles secara efektif mengendalikan sebagian besar kekayaan keluarga kerajaan dan membagi-bagikan pembayaran untuk mendukung anggota keluarga kerajan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Papua Bukti Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Masyarakat Adat

Oleh : Fransiskus NawipaPembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin berpihak kepada masyarakat adatsebagai bagian utama dari proses kemajuan nasional. Berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan orang asli Papua. Pendekatantersebut menjadi bukti bahwa pemerintah berupaya memastikan pembangunan berjalan secarainklusif, berkeadilan, serta menghormati identitas sosial dan budaya masyarakat adat yang telahlama menjadi bagian penting dari kehidupan di Tanah Papua.Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat Papua tercermin dari berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pembangunaninfrastruktur, penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hinggapembukaan akses pelayanan publik di wilayah-wilayah terpencil. Kehadiran jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, dan sarana pendukung ekonomi lainnya telah membuka ruang barubagi masyarakat Papua untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya. Pembangunan tersebut tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperluas aksesmasyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan sosial yang sebelumnya sulitdijangkau.Dalam konteks pembangunan Papua, pemerintah juga menunjukkan keseriusan untukmenempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan. Pendekatan ini menjadisangat penting mengingat Papua memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda dengandaerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan tidak dapat dilakukan denganpendekatan sepihak ataupun sekadar mengejar target investasi dan proyek strategis semata. Pembangunan harus mampu menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat adat sehingga merekamerasa dilibatkan dalam proses perubahan yang terjadi di daerahnya.Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menegaskan bahwa pembangunan Papua harus menempatkan manusia, khususnyaorang asli Papua, sebagai pusat utama pembangunan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwakeberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau jumlah proyekyang dibangun, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan dampak positif dalam kehidupansehari-hari. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun di atas prinsip dialog, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan keterlibatan aktif warga dalam setiap kebijakan pembangunan.Pendekatan dialog yang terus dikedepankan pemerintah dalam pembangunan Papua menjadilangkah strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dialog yang dilakukan secaraterbuka dan manusiawi mampu menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat adat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami manfaatpembangunan, peluang ekonomi yang muncul, hingga dampak jangka panjang yang dapatmeningkatkan kesejahteraan generasi Papua di masa depan. Pendekatan ini juga menjadi bentukpenghormatan terhadap hak sosial dan budaya masyarakat adat yang selama ini menginginkanpembangunan berjalan tanpa menghilangkan identitas lokal mereka.Pembangunan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini