HMI Dorong Masyarakat Berpartisipasi Politik Jelang Pemilu 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang, Jawa Barat, Fadel Iqbal Fauzi mendorong masyarakat agar terus meningkatkan partisipasi politik jelang Pemilu 2024.

“Partisipasi masyarakat dalam politik sangat berarti bagi tumbuh kembangnya sebuah demokrasi yang berkedaulatan rakyat,” kata Fadel dalam diskusi pemuda menyongsong Pemilu 2024 yang digelar di Mahalona Coffee.

Fadel juga meminta masyarakat agar tidak lengah dalam mengawal jalannya demokrasi.

Menurutnya, tanpa pengawalan yang sungguh-sungguh dari masyarakat, demokrasi hanya akan menjadi alat promosi dan legitimasi elite.

“Demokrasi memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan keinginan dan aneka kebutuhan publik lainnya. Namun, itu semua hanya akan berjalan baik kalau diiringi dengan kontrol publik yang baik,” katanya.

Fadel mengatakan gelombang partisipasi masyarakat dalam momentum Pemilu memang mengalami pembaikan dari waktu ke waktu.

Kendati begitu, partisipasi tersebut tidak sejalan dengan semangat kesadaran dan kekritisan masyarakat dalam menentukan arah politik bangsa.

Reporter: Aip Buhori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini