Industri Manufaktur Jadi Penyumbang Terbesar PDB Nasional Kuartal II 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Industri manufaktur menjadi sektor lapangan usaha yang memberikan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala BPS, Margo Yuwono, menyampaikan, lapangan usaha industri manufaktur selama kuartal II tercatat tumbuh 4,01 persen year on year (YoY)

Meski angka pertumbuhan turun dari kuartal sebelumnya yang tembus 5,07 persen, industri menyumbang 17,84 persen kepada pertumbuhan ekonomi atau yang terbesar dari total 17 lapangan usaha yang dicatat BPS.

Lebih detail, Margo menjelaskan, industri tekstil dan pakaian jadi mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi yakni hingga 13,74 persen yoy.

Kinerja positif industri tekstil didorong oleh peningkatan permintaan pakaian jadi saat momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain industri tekstil dan pakaian, industri pada sektor makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan positif hingga 3,68 persen.

“Pertumbuhan ini juga didorong peningkatan konsumsi saat Ramadhan dan Idul Fitri, namun tertahan oleh menurunnya ekspor CPO dan minyak goreng,” kata Margo.

Ia menambahkan, setelah industri, sektor pertambangan juga menjadi penyumbang terbesar. Sektor ini mencatat pertumbuhan 4,01 persen dan menyumbang 13,06 persen terhadap total PDB.

Penyumbang terbesar ketiga yakni oleh sektor pertanian. “Pertanian mencatat pertumbuhan 1,37 persen dan menyumbang 12,98 persen,” katanya.

Pertumbuhan sektor pertanian, terutama disumbang dari sektor perikanan yang tumbuh 2,73 persen didorong oleh peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya.
Selain itu, tanaman pangan juga tumbuh 1,12 persen yang didorong peningkatan produksi tanaman padi dan optimalisasi lahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini