Kemlu Pantau 60 WNI Korban Penipuan Investasi di Kamboja Setiap Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap hari, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memantau kondisi 60 WNI yang menjadi korban penipuan investasi di Sihanoukville, Kamboja.

“Setiap hari kita monitor kondisinya,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha dalam sebuah wawancara radio yang dikutip Sabtu 30 Juli 2022.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah meminta kepolisian Kamboja melakukan penyelamatan terhadap 60 WNI tersebut.

Selain itu, Kemlu juga berkomunikasi dengan Duta Besar Kamboja di Jakarta.

Bahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah melakukan pembicaraan dengan Menlu Kamboja agar kepolisian setempat segera melakukan langkah penyelamatan.

Para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan, tetapi lokasi penempatannya tidak sesuai dengan kesepakatan.

Mereka dipaksa di perusahaan online scam investasi palsu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini