Ini Jadwal Indonesia Open 2022 di Istora Bung Karno Senayan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Turnamen badminton bergensi akan digelar pekan ini di Istora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Berikut ini jadwal Indonesia Open 2022:

Indonesia open 2022 akan berlangsung pada 14 hingga 19 Juni 2022.

Turnamen yang akan diikuti para pebulutangkis kelas dunia ini akan dimulai dari babak pertama atau 32 besar dengan memperbandingkan 5 sektor selama dua hari, pada 14 dan 15 Juni.

Selanjutnya, pertandingan babak kedua akan berlangsung pada 16 Juni. Dan pemain bertahan akan lanjut bertanding pada perempat final tanggal 17 Juni.

Pertandingan semifinal akan berlangsung pada 18 Juni dan final Indonesia Open 2022 digelar pada Minggu, 19 Juni 2022.

Dipastikan pemain bulutangkis top Indonesia akan bertarung pada turnamen ini seperti Anthony S Ginting, Jonatan Christie, Muhammad Rian Ardianto, Kevin Sanjaya, Mohammad Ahsan, Siti Fadila, Marcus Gideon, dan beberapa lainnya akan turut ambil bagian.

Berikut Jadwal Lengkap Indonesia Open 2022:
Babak 1: Selasa 14 Juni – Rabu 15 Juni 2022

Babak 2: Kamis 16 Juni 2022

Perempat Final: Jumat 17 Juni

Semifinal: Sabtu, 18 Juni 2022

Final: Minggu, 19 Juni 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini