Polrestabes Makassar Tangkap Sejoli yang Simpan 7 Janin Hasil Aborsi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menangkap sejoli yang menyimpan tujuh janin hasil aborsi di dalam kotak makan.

Dua orang tersebut ditangkap di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Budi Haryanto mengatakan pengungkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat tentang ditemukannya bayi dan janin di dalam kotak makan.

Setelah melakukan penyelidikan menyimpulkan bahwa benar yang ditemukan adalah janin

“Itu janin yang kita perkiraan masih berumur kurang lebih lima bulan dan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata dia.

Pengembangan penyelidikan, akhirnya pihaknya menangkap dua orang pelaku dalam kasus tersebut. Ia menyebutkan penangkapan pertama pelaku adalah seorang perempuan di Kabupaten Konawe, Sultra.

“Dan tidak lama, kita tangkap lagi orang yang berbeda di Kalimantan (Tanah Bumbu, Kalsel),” ujarnya.

Budhi mengaku motif kedua pelaku melakukan aborsi karena malu hamil d luar nikah. Berdasarkan keterangan sementara aborsi dilakukan pelaku pertama kali dilakukan pada tahun 2012.

“Pengakuan dari tersangka itu minum ramuan dan melakukan tindakan yang mana itu bisa menggugurkan janin,” katanya.

Ia menambahkan proses aborsi dilakukan pasangan tersebut secara bersama-sama. Selain itu, aborsi dilakukan di tempat berbeda.

“Dari keterangan sementara dilakukan dari tahun 2012 sampai sekarang dan tempat (aborsi) berpindah-pindah. Saat aborsi dibantu dengan pasangannya,” katanya.

Budhi masih enggan mengungkap identitas kedua pelaku aborsi tersebut. Ia menambahkan identitas akan diungkap setelah penyidikan selesai.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak menambahkan pengungkapan kasus tersebut setelah pihaknya memeriksa empat orang saksi. Dari empat orang saksi, satu adalah pemilik indekos yang pertama kali menemukan 7 janin itu.

“Empat orang diperiksa, termasuk pemilik kos,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini