Ekonomi Membaik, Bisnis Apotek Mulai Mengeliat Setelah Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bisnis Apotek di Indonesia setelah pandemi makin mengeliat. Hal itu terlihat dari keberadaan K-24 yang baru saja mengadakan Grand Opening dilakukan secara serentak di 35 gerai di seluruh Indonesia.

Mulai dari D.I.Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, KalimantanTimur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Papua.

Jika sebelumnya pandemi menyebabkan sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat, perlahan-lahan kondisi tersebut mulai pulih seperti sebelum pandemi.

Pada acara Grand Opening kali ini, Apotek K-24 tak hanya menyelenggarakan rangkaian acara secara onlinenamun juga offline. Kali ini, Apotek K-24 mengusung tema Makin Dekat, Sehat Lebih Mudah.

Tema ini merupakan gambaran Apotek K-24 yang kini hadir lebih dari 600 gerai yang tersebar di 26 provinsi dan 140 kota di seluruh Indonesia, sehingga lebih dekat dengan masyarakat.

Apotek K-24 masih terus menargetkan penambahan gerai di seluruh Indonesia. Artinya, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih mudah untuk menjadi sehat.

“Semoga dengan kehadiran Apotek K-24 pertama di kota-kota tersebut, kami bisa membantu melayani masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih mudah ke kebutuhan kesehatan seperti obat, vitamin, maupun alat kesehatan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini