Mantap Djiwa! Panglima TNI Dapat Gelar Kehormatan dari Kesultanan Kutai

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA -Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikabarkan akan mendapat gelar kehormatan khusus dari Kesultanan Kutai Ing Martadipura.

Hadi yang telah tiba di Samarinda akan menutup kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105 tahun hari ini, Kamis 8 Agustus 2019. Dalam momen itu juga, gelar kehormatan akan diserahkan.

Gelar yang bernama Pangeran Wira Ambara itu rencananya akan diserahkan langsung oleh Sultan Kutai Ing Martadipura XXI atau Adji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat.

Panglima tiba di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda pada Rabu 7 Agustus 2019 pukul 17.00 WITA menggunakan pesawat Boeing milik TNI AU. Ia juga menghadiri jamuan makan malam bersama Gubernur Kaltim Isran Noor.

Penutupan TMMD yang biasanya dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), kali ini bakal dilakukan langsung oleh Panglima Hadi Tjahjanto.

Siang kemarin, penerjun terbaik Kopassus, melakukan gladiresik aksi terjun payung, menuju titik acara penutupan TMMD di kompleks GOR Sempaja, Jalan KH Wahid Hasyim.

Penutupan TMMD ke-105 tahun ini, juga diwarnai aksi panggung rakyat bersama TNI, hingga pembagian paket sembako gratis. Kegiatan ini terbuka untuk umum.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini