Innalillahi, Anak Diplomat RI di AS Meninggal Dunia Usai Ditabrak Mobil

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan roda empat di dekat halte bus sekolah di Bethesda, Maryland, demikian laporan polisi setempat.

Berita ini datang sehari setelah bocah itu dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Diketahui, anak laki-laki bernama Muhammad Elsyaf tengah berdiri di sudut King Charles Way dan Grosvenor Lane bersama sang ayah dan saudara lelakinya yang berusia 18 bulan.

Nahas, sebuah Honda Accord emas menuju ke barat di King Charles Way melaju dengan cepat dari jalan dan menabrak mereka, kata polisi. Tak lama setelah insiden, petugas medis langsung membawa Muhammad Elsyaf dan ayahnya ke rumah sakit.

“Anak itu menderita luka yang mengancam jiwa dan ayahnya mengalami luka ringan. Sementara balita yang berada di kereta dorong tidak terluka,” kata polisi, melansir  NBC Washington, Jumat, 8 April 2022.

Saksi mata menggambarkan pemandangan yang mengerikan. Sedangkan seorang warga mengaku mendengar suara ledakan hebat.

“Saya mendengar ledakan yang sangat keras, dan kemudian saya mendengar seorang anak berteriak. Itu adalah teriakan panik—jeritan yang sangat buruk. Jendela saya tertutup dan saya masih bisa mendengar anak itu berteriak,” kata Homi Erani.

Warga lain, Allen Hassani mengatakan dia mendengar ledakan keras saat dia pergi bekerja. Ia langsung menghampiri ke tempat kejadian dan menelepon 911.

“Pagi yang mengerikan, mengerikan,” katanya. “Aku tidak ingin menangis. Anak itu tidak sadarkan diri,” katanya.

Saksi mata mengatakan pengemudi sedang menuju keluar dari komunitas townhouse ketika dia melompati trotoar, melewati tanaman dan meluncur ke daerah berumput di mana anak-anak sedang menunggu bus mereka. Mobil itu kemudian melintasi Grosvenor Lane, melompati trotoar lain, menabrak rambu lalu lintas dan menabrak semak-semak.

Sebuah bus Sekolah Umum Kabupaten Montgomery tetap berada di tempat kejadian setelah kecelakaan itu, begitu juga dengan pengemudi dan sedannya.

Polisi Montgomery County mengatakan unit rekonstruksi kecelakaannya sedang menyelidiki dan mereka ingin siapa pun yang memiliki informasi tentang apa yang terjadi untuk menelepon 240-773-6620.

Sementara sang pengendara kendaraan memohon maaf atas kecelakaan tersebut dalam sebuah wawancara singkat dengan News4.

“Saya kehilangan kendali, dan itu di luar kendali saya. Saya sangat, sangat menyesal,” kata pria itu.

Sebagai informasi, Muhammad Elsyaf merupakan anak dari dari salah satu diplomat KBRI di Washington di Amerika Serikat, Harun Syaifullah Syafa. Hal ini diketahui dari akun Facebook, Irawan Nugroho.

“Berita duka dan musibah hari ini menimpa satu keluarga Indonesia dan masyarakat Indonesia di Washington dan sekitarnya. Seorang anak bernama Ananda Muhammad Haekal Saifullah Elsyaf (7 tahun) meninggal dunia ditabrak mobil pada Kamis pagi sekitar pukul 8.20 di Bethesda, Maryland,” tulis Irawan Nugroho dalam akun Facebook.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini