Tak Ada Lagi Kabupaten/Kota di Jawa-Bali Masuk Level 4 Pandemi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebesar 93 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali sudah berada di level 1 dan 2.

Hal itu diungkapkan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan hanya sebagian kecil kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 3, bahkan tidak ada daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

“Situasi penanganan pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali juga sudah terkendali,” ujar Luhut, senin 4 April 2022.

Menurut Luhut, kondisi tersebut tercapai dengan indikator kasus positif Covid-19 menurun 97 persen dibandingkan puncak Omicron.

Kasus aktif atau jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga menurun hingga 83 persen.

Angkanya bahkan sudah berada di 100 ribu kasus. Sementara angka keterisian tempat tidur rumah sakit saat ini hanya sekitar 6 persen.

Sementara angka positivity rate Indonesia juga di bawah standar organisasi kesehatan dunia, atau WHO yaitu 4 persen.

Jumlah orang yang meninggal pun turun tajam hingga 88 persen dibandingkan puncak kasus omicron yang lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini