Warga Rusia yang Minta Suaka ke AS Auto Diterima

Baca Juga

MATA INDONESIA, SAN DIEGO – Tak sedikit warga Rusia yang ternyata mengecam keputusan Presiden Vladimir Putin menginvasi Ukraina. Mereka yang tak sepakat berupaya melarikan diri, meski mendapat label penghianat.

Maksim Derzhko salah satu warga Rusia yang memutuskan untuk meninggalkan negaranya. Ia mengungkapkan bahwa itu adalah salah satu pengalaman paling menakutkan sepanjang hidupnya.

Derzhko terbang dari Vladivostok ke kota perbatasan Meksiko Tijuana dengan putrinya yang berusia 14 tahun. Ia berada di dalam mobil bersama dengan tujuh orang Rusia lainnya yang meminta suaka ke Amerika Serikat.

“Emosinya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini menakutkan. Ini sangat sulit dan kami tidak punya pilihan,” kata Maksim Derzhko, melansir abc.news.com, Selasa, 14 Maret 2022.

Setelah menghabiskan satu hari dalam tahanan, Derzkho akhirnya dibebaskan untuk mencari suaka dengan putrinya. Ia bergabung dengan ribuan warga Rusia yang baru-baru ini mengambil rute yang sama ke Negeri Paman Sam.

Bahkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina yang berakhir sanksi dari AS dan sekutunya, AS sudah melihat peningkatan pencari suaka asal Rusia.

Lebih dari 8.600 warga Rusia mencari perlindungan di perbatasan AS dengan Meksiko sejak Agustus hingga Januari. Jumlah ini naik berkali-kali lipat selama periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Warga Rusia tidak memerlukan visa untuk mengunjungi Meksiko. Sehingga banyak yang terbang dari Moskow ke Cancun, memasuki Meksiko sebagai turis, dan pergi ke Tijuana. Di mana mereka mengumpulkan uang untuk dimasukkan ke dalam mobil yang mereka beli atau sewa.

Adrenalin berpacu saat mereka mendekati perbatasan San Diego, San Ysidro, di mana sekitar 30.000 mobil memasuki wilayah Amerika Serikat setiap harinya.

Penghalang beton menyalurkan 24 jalur lalu lintas ke perbatasan yang ditandai dengan beberapa baris reflektor kuning — seperti yang membagi jalur jalan raya, sebelum kendaraan mencapai bilik inspeksi. Zona penyangga memisahkan gundukan dari bilik inspeksi.

Para migran hanya perlu mencapai zona penyangga itu untuk mengklaim suaka di tanah AS. Tetapi petugas AS yang ditempatkan di sisi perbatasan Meksiko pertama-tama mencoba memblokir mereka, mengintip ke dalam kendaraan, memberi isyarat kepada pengendara untuk menunjukkan dokumen perjalanan dan menghentikan mobil yang mereka anggap mencurigakan.

“Itu adalah momen yang sangat menakutkan bagi kami semua. Anak-anak bersama kami, semua orang sangat khawatir, sangat khawatir,” kata Derzhko, yang menyeberang pada Agustus, mengatakan dalam sebuah wawancara di rumahnya di Los Angeles.

Warga Rusia bertukar tips perjalanan di media sosial dan layanan perpesanan. Seorang pria tak dikenal menceritakan perjalanannya dari Lapangan Merah Moskow ke kamar hotel San Diego, dengan singgah di Cancun dan Mexico City.

Video YouTube-nya menunjukkan dia mengaku gugup setelah membeli mobil bekas di Tijuana, tetapi dia kemudian mengatakan di San Diego bahwa semuanya berjalan lancar — meskipun dua hari dalam tahanan AS. Meski demikan, ia menyarankan agar tidak takut.

Rusia hampir dijamin mendapat suaka jika mereka menyentuh tanah AS, meskipun Presiden Joe Biden terus memberlakukan pembatasan suaka era mantan Presiden Donald Trump.

Warga Rusia dan lainnya dari bekas republik Soviet lebih suka mengemudi melalui penyeberangan resmi, daripada mencoba menyeberang secara ilegal lewat gurun dan pegunungan.

Mereka umumnya tidak mempekerjakan penyelundup, tetapi seorang fasilitator dapat membantu mengatur perjalanan, kata Chad Plantz, agen khusus yang bertanggung jawab atas Investigasi Keamanan Dalam Negeri di San Diego.

“Sementara Moskow ke Cancun adalah rute yang paling umum, beberapa warga Rusia terbang dari Amsterdam atau Paris ke Mexico City dan kemudian pergi ke Tijuana,” sambung Plantz.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Melindungi Pekerja Diperkuat melalui Koordinasi Cegah PHK

Oleh: Naufal Ramadhana )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang berkembangdinamis. Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk menjaga stabilitasketenagakerjaan sekaligus memastikan dunia usaha tetap mampubertahan menghadapi tekanan eksternal. Upaya tersebut menjadi bagianpenting dari strategi nasional dalam menjaga keseimbangan antarakeberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja.Perkembangan geopolitik internasional, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah, telah memberikan dampak terhadap perekonomian global. Kondisi tersebut turut memengaruhi berbagai sektor usaha di banyaknegara, termasuk Indonesia. Menyadari potensi risiko yang dapat munculterhadap pasar tenaga kerja, pemerintah memilih mengambil langkahpencegahan sejak dini melalui koordinasi lintas kementerian dan penguatan berbagai program ketenagakerjaan.Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah terusbekerja secara terpadu untuk memantau perkembangan ekonomi dan sektor industri guna mencegah terjadinya gelombang pemutusanhubungan kerja. Menurutnya, koordinasi yang intensif antarinstansimenjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang munculsehingga solusi dapat segera dihadirkan ketika sektor usaha menghadapikendala.Langkah tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidakhanya berfokus pada penanganan setelah masalah terjadi, tetapi juga mengedepankan upaya mitigasi agar risiko PHK dapat ditekan sejak awal. Pendekatan preventif ini menjadi penting karena stabilitasketenagakerjaan memiliki keterkaitan erat dengan daya tahan ekonominasional dan kesejahteraan masyarakat.Komitmen perlindungan pekerja juga diperkuat melalui optimalisasiProgram Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini dirancangsebagai instrumen perlindungan sosial yang memberikan dukungan bagipekerja yang mengalami PHK agar tetap memiliki penghasilan sementarasembari mempersiapkan diri memasuki dunia kerja kembali.Yassierli menjelaskan bahwa negara harus tetap hadir ketika pekerjamenghadapi masa sulit akibat kehilangan pekerjaan. Karena itu, perlindungan tidak berhenti ketika hubungan kerja berakhir, melainkandilanjutkan melalui berbagai bentuk dukungan yang membantu pekerjamemperoleh kesempatan kerja baru.Dalam pelaksanaannya, Program JKP memberikan manfaat berupabantuan uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhandasar selama masa transisi. Namun pemerintah tidak memandangbantuan finansial sebagai satu-satunya solusi. Fokus utama kebijakan iniadalah memastikan pekerja tetap memiliki kesempatan meningkatkankualitas diri agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah.Menurut Yassierli, pekerja Indonesia perlu dibekali kompetensi yang relevan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri yang berlangsung semakin cepat. Karena itu, perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan peningkatanketerampilan sehingga pekerja tidak hanya terlindungi, tetapi juga semakin kompetitif.Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaanpemerintah saat ini bergerak menuju sistem perlindungan yang lebihkomprehensif. Pekerja yang terdampak PHK tidak hanya memperolehbantuan sementara, tetapi juga mendapatkan peluang untukmeningkatkan kemampuan yang dapat memperbesar kesempatanmemperoleh pekerjaan baru.Penguatan perlindungan pekerja juga mendapat perhatian dari SekretarisJenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi. Ia menjelaskanbahwa pemerintah terus memperluas cakupan perlindunganketenagakerjaan agar mampu menjangkau berbagai kelompok pekerja, baik di sektor formal, informal, maupun ekonomi digital yang terusberkembang.Cris juga menilai bahwa penguatan manfaat Program JKP perlu didukungoleh akses informasi pasar kerja dan pelatihan yang memadai. Langkah tersebut penting karena tantangan ketenagakerjaan modern tidak hanyaberkaitan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, tetapi juga kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah terus memperkuat berbagaiprogram peningkatan kualitas sumber daya manusia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini