Menang Tipis, Chelsea Angkat Trofi Piala Dunia Klub

Baca Juga

MATA INDONESIA, ABU DHABI – Piala Dunia Klub adalah satu-satunya tropi yang belum pernah diraih Chelsea. Tahun 2022, klub asal Inggris itu berhasil membawa trofi bergengsi itu dan menempatkannya di lemari.

Setelah kehilangan satu-satunya penampilan terakhirnya di Piala Dunia Antarklub FIFA pada 2012 di tangan klub Brasil, Corinthians, Chelsea tidak membiarkan sejarah terulang ketika menghadapi Palmeiras untuk memperebutkan mahkota Piala Dunia Klub 2022.

Berkat tendangan penalti Kai Havertz di masa perpanjang waktu, Chelsea pulang dengan kemenangan 2-1 dan merayakannya dengan sang pemilik klub Roman Abramovich di Abu Dhabi – tempat di mana turnamen bergengsi itu diselenggarakan.

The Blues tampil di partai final usai mengalahkan juara Asia, Al Hilal berkat gol tunggal Romelu Lukaku. Striker asal Belgia itu kembali menyumbangkan gol ketika Chelsea menghadapi Palmeiras, Minggu (13/2) dini hari tadi WIB.

Sebagai catatan, sebelum tampil di final Piala Dunia Klub 2022, Chelsea hanya tampil sekali di turnamen ini, yakni tahun 2012. Namun, klub asal London itu takluk di tangan Corinthians.

Hanya ada dua klub Inggris yang memenangkan Piala Dunia Klub, yakni Manchester United tahun 2008 usai menang tipis 1-0 atas tim Ekuador LDU Quito, dan Liverpool memenangkannya pada 2019 usai menumbangkan Flamengo 1-0.

Chelsea juga bukan satu-satunya tim Inggris yang kalah di final Piala Dunia Klun. Tahun 2005, The Reds dikalahkan 1-0 oleh klub Brasil, Sao Paulo di partai final.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini