MATA INDONESIA, JAKARTA – Berawal dari kedatangan warga negara Indonesia dari luar negeri. Terutama sosialita kelas atas dan keluarga pejabat yang menghabiskan waktu tahun baruan. Mereka membawa varian omicron ke Indonesia. Hasilnya dalam hitungan harim jumlah korban terkena virus ini meningkat sangat tajam.
Tak hanya itu Kementerian Kesehatan menyatakan, transmisi lokal Covid-19 varian omicron kemungkinan sudah terjadi di seluruh provinsi. Kasus omicron akibat transmisi lokal sejauh ini sudah terdeteksi lebih dari 2.000 kasus.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, saat ini sudah ada 10 provinsi yang melaporkan adanya kasus omicron akibat transmisi lokal. Beberapa di antaranya adalah Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan terbaru di Papua.
Terdapat pula 20 provinsi yang melaporkan kasus Covid-19 probable omicron akibat transmisi lokal. “Saat ini hampir semua provinsi sebenarnya sudah melaporkan kasus probable omicron. Artinya, kemungkinan varian omicron ini sudah ada di semua provinsi,” kata Nadia, Sabtu 5 Februari 2022.
Menurut Nadia, lonjakan kasus akhir-akhir ini kemungkinan besar akibat transmisi lokal. Dan, bukan lagi varian delta yang jadi pemicu. ”Peningkatan kasus yang sangat tinggi (sekarang), sangat mungkin oleh varian omicron karena varian delta sangat sedikit proporsinya dari pemeriksaan genome sequencing kita,” ujarnya.
Kasus harian Covid-19 memang terus melonjak dalam beberapa hari terakhir.
- Pada Kamis 3 Februari 2022 tercatat 27.197 kasus baru
- Jumat 4 Februari 2022 melonjak jadi 32.211
- Sabtu 5 Februari 2022 tercatat 33.729 kasus baru.
Meluasnya penyebaran varian omicron transmisi lokal berbanding lurus dengan kenaikan jumlah kasusnya. Kemenkes telah mendeteksi 3.914 kasus omicron sejak 15 Desember 2021 hingga 4 Februari 2022. Setengahnya merupakan transmisi lokal.
Nadia Tarmizi menjelaskan, 3.914 kasus omicron itu terdiri atas 1.815 kasus pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), 1.756 kasus transmisi lokal, dan 343 kasus masih dalam proses verifikasi. Kasus dalam tahap verifikasi itu kemungkinan besar masuk kategori transmisi lokal karena terjadi pada orang yang tak punya riwayat perjalanan luar negeri.
