Dua Hari Stagnan, Rupiah Akhirnya Menguat Tipis

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di perdagangan pasar spot hari ini. Rupiah bergerak, menguat terbatas dan mengatasi stagnasi dalam dua hari terakhir.

Rupiah menguat di level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 0,02% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.026 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.034 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.009 hingga Rp14.029 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan bahwa sentimen yang menyebabkan rupiah menguat terbatas disebabkan oleh sejumlah sentimen global.

Pertama, para pelaku pasar (investor) masih menunggu dan melihat ke depan untuk hasil pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya, sejak 2008.

“Tapi yang jadi fokus utamanya adalah apakah The Fed akan membiarkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk melindungi AS dari melambatnya pertumbuhan global dan dampak konflik perdagangan,” ujarnya kepada Mata Indonesia News, Rabu sore ini.

Kedua, Perdana Menteri Inggris yang baru Boris Johnson menegaskan kembali bahwa di awal pekan ini, ia tidak akan bertemu dengan para pemimpin Eropa lainnya terkait Brexit.

Ketiga terkait tweet Presiden AS Donald Trump semalam, yang menuduh China tidak membeli lebih banyak produk pertanian buatan AS seperti yang dijanjikan. Hal ini memicu The Global Times, media milik pemerintah China, mengatakan AS harus menunjukkan ‘ketulusan’ dalam pembicaraan perdagangan untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak.

Sementara sentimen dari dalam negeri untuk rupiah di antaranya, pertama, hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) akhirnya memutuskan untuk menurunkan suku bunga penjaminan simpanan dalam simpanan Rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), yaitu 6,75 persen dan di BPR menjadi 9,25 persen, serta tingkat bunga penjaminan dalam valas di bank umum tetap di 2,25 persen.

Perubahan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain suku bunga simpanan perbankan terpantau berada di level yang stabil dan potensial untuk turun.

“Selain itu, kondisi dan risiko likuiditas perbankan relatif terjaga di tengah tren perbaikan pertumbuhan simpanan, dan stabilitas sistem keuangan (SSK) domestik terpantau stabil sejalan dengan meredanya volatilitas di pasar keuangan,” kata Ibrahim. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini