Shin Tae-yong Panggil 29 Pemain Ikut TC Jelang Piala AFF U-23

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Shin Tae-yong memanggil 29 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) jelang tampil di Piala AFF U-23 14-26 Februari 2022 di Kamboja.

TC akan dilakukan di Bali mulai 3 Februari mendatang. Garuda Muda akan digenjot selama sepekan di Bali sebelum bertolak ke Kamboja sekitar tanggal 10 Februari mendatang.

“Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih juara Piala AFF U-23 2022. Dengan materi pemain yang dipanggil ini serta selalu bekerja keras, disiplin dan fokus, PSSI yakin hal tersebut akan tercapai,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Kami terus mendukung program pelatih pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia. Kami juga berpesan kepada semua pemain dan ofisial agar selalu menjaga prokes selama di Bali,” ujarnya.

Di Piala AFF U-23 2022, Indonesia masuk ke Grub B bersama Malaysia, Myanmar dan Laos. Grup A dihuni oleh tuan rumah Kamboja, Timor Leste, Filipina dan Brunei. Sementara itu, Grup C Thailand, Vietnam dan Singapura.

29 pemain Timnas U-23 untuk TC di Bali

  1. Muhammad Adisatryo, Persik
  2. Cahya Supriadi, Persija
  3. Muhammad Riyandi, Barito Putera
  4. Komang Teguh, Borneo FC
  5. Alfeandra Dewangga, PSIS
  6. Bayu Fiqri, Persib
  7. Rizky Ridho, Persebaya
  8. Achmad Figo, Arema FC
  9. Pratama Arhan, PSIS
  10. Komang Tri, Bali United
  11. Muhammad Ferrari, Persija
  12. Kakang Rudianto, Persib
  13. Rachmat Irianto, Persebaya
  14. Subhan Fajri, Persiraja
  15. Irsan Lestaluhu, Persipura
  16. Bagas Kaffa, Barito Putera
  17. Syahrian Abimanyu, Persija
  18. Marselino Ferdinan, Persebaya
  19. Ramai Rumakiek, Persipura
  20. Eka Febri, PSIS
  21. Genta Alparedo, Arema FC
  22. Muhammad Iqbal, Persita
  23. Gunansar Mandowen, Persipura
  24. Beckham Putra, Persib
  25. Muhammad Kanu, PSS
  26. Irfan Jauhari, Persija
  27. Ronaldo Joybera, Madura United
  28. Hanis Saghara, Tira Persikabo
  29. Taufik Hidayat, Persija

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini