Polda Papua Bantu Percepat Vaksinasi Anak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAWIJAYA – Demi mempercepat vaksinasi anak sekolah, Personel Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, Polda Papua, turut serta memberikan bantuan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Muh Safei mengatakan awal tahun 2022 ini baru dilakukan sosialisasi di SMA YPPK ST Thomas Wamena.

“Pada kegiatan itu kami sosialisasikan kepada orang tua, murid dengan harapan anak-anak kita yang melanjutkan
pendidikan ataupun bekerja terlebih dahulu melakukan vaksinasi,” katanya.

“Responnya bermacam-macam, ada yang ketakutan informasi dan ada juga yang mau datang ke gerai untuk divaksinasi,” ujarnya.

Polisi mengharapkan dengan bantuan sosialisasi itu, masyarakat Jayawijaya tidak termakan informasi bohong
yang menakutkan mereka soal vaksinasi. Awal tahun ini juga Polres Jayawijaya sudah mulai membuka pelayanan vaksinasi ke kampung-kampung.

Salah satu contoh adalah membuka gerai vaksin di Kampung Welesi di Distrik Welesai. Vaksinasi itu dibuka untuk mereka yang hendak mengikuti dosis kedua maupun yang pertama kali mau divaksin.

“Saat vaksinasi di sana masyarakat antusias sebab ada yang baru datang dari kebun langsung menuju tempat
vaksinasi setelah mengganti baju kerja mereka,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini