OMG, Nenek di Jepang Rayakan Ultah ke-119 Tahun!

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Seorang nenek di Jepang merayakan ulang tahun ke-119 pada Minggu (2/1). Nenek bernama Kane Tanaka yang tinggal di Prefektur Fukuoka itu dilaporkan lahir setahun sebelum Perang Rusia-Jepang pecah.

“Tanaka, lahir pada 2 Januari 1903, di prefektur Fukuoka. Dia telah hidup selama era Meiji, Taisho, Showa, Heisei, dan Reiwa di Jepang saat ini, dan berharap untuk hidup hingga 120 tahun,” kata anggota keluarga Tanaka, melansir News Delivers, Selasa, 4 Desember 2021.

Sederet tokoh terkenal yang lahir tahun 1903, di antaranya novelis Inggris George Orwell, sutradara film Yasujiro Ozu, dan penyair Jepang Misuzu Kaneko.

Tanaka diakui oleh Guinness World Records pada Maret 2019 sebagai orang tertua yang masih hidup. Ketika itu, nenek Tanaka berusia 116 tahun dan mencapai rekor usia Jepang sepanjang masa ketika ia berusia 117 tahun 261 hari.

Tinggal di panti jompo di Prefektur Fukuoka, nenek Tanaka berinteraksi dengan staf melalui gerakan tubuh. Di usianya yang sangat tua, nenek Tanaka bahkan sering menantang dirinya sendiri dengan memecahkan teka-teki angka.

Selain itu, nenek Tanaka juga dilaporkan menikmati cokelat dan minuman berkarbonasi. Nenek Tanaka merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dan menikah ketika usianya baru menginjak 19 tahun.

Demi membantu perekonomian keluarga, nenek Tanaka menjalankan usaha toko mie. Terlebih ketika itu, suami dan putra sulungnya pergi ke medan tempur saat Perang Cina-Jepang yang terjadi tahun 1937.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini