Sudah 87,05 Persen Warga Kota Kendari Dapat Vaksin Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, KENDARI – Warga Kendari yang mendapat satu dosis suntikan Vaksin Covid-19 sudah mencapai 87,05 persen dari target sebanyak 265.147 penduduk.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum, pada Sabtu 1 Januari 2022.

Sementara warga yang menerima suntikan dosis kedua sudah 54,07 persen dari target sasaran vaksinasi.

“Alhamdulillah,” kata Rahminingrum.

Vaksinasi di Kota Kendari terus dilakukan dengan sasaran tenaga kesehatan, petugas publik, warga lanjut usia, masyarakat umum dan rentan, pekerja, dan remaja guna membentuk ketahanan komunal dari penyebaran Covid-19 dan varian barunya.

Rahminingrum menyatakan sasaran vaksinasi pada kelompok sumber daya manusia bidang kesehatan sebanyak 4.151 orang. Dari jumlah itu, yang sudah dapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 5.751 orang (138,54 persen), sasaran yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 5.281 orang (127,22 persen).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini