Hamas Bertekad Bebaskan Warga Palestina yang Ditahan Israel dengan Segala Cara

Baca Juga

MATA INDONESIA, GAZA – Kelompok Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas menegaskan bahwa Israel tidak pernah sungguh-sungguh untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan. Pernyataan ini ditegaskan oleh Pemimpin Senior Hamas, Khalil Al-Hayya.

“Pendudukan (Israel) tidak seris untuk mencapai pertukaran tahanan … Kami akan melanjutkan upaya kami untuk membebaskan tahanan kami dengan menggunakan segala cara,” kata Khalil Al-Hayya kepada Al-Aqsa TV, melansir Middle East Monitor.

Hamas yang merupakan penguasa di Jalur Gaza berusaha untuk menjamin pembebasan sekitar 5 ribu tahanan Palestina dengan imbalan tentara Israel. Sedangkan Israel menuntut diakhirnya pengepungan di Jalur Gaza sebagai gantinya.

“Pendudukan Israel melanjutkan pelanggarannya di Masjid Al-Aqsha. Dan hal ini memicu respons baru dari Hamas,” katanya.

Sementara itu, Israel yakin jasad dua tentaranya, yakni Letnan Hadar Goldin dan Sersan Oron Shaul ditahan di Gaza setelah mereka tewas dalam pertempuran selama serangan yang terjadi tahun 2014 di daerah kantong.

Ini ditambah dua orang yang diduga warga sipil, Avera Mengistu dan Hisham Al-Sayed, yang menurut Hamas juga tentara dan ditahan sebagai tawanan perang.

Sebagai informasi, konflik Israel-Palestina bukanlah konflik dua sisi yang sederhana. Di dua komunitas, ada orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya dan sebagian menyarankan solusi dua negara.

Namun, tidak sedikit pula yang menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekuler yang mencakup wilayah Israel saat ini, Jalur Gaza, Tepi Barat, serta Yerusalem Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hadapi Krisis Sampah, Prabowo Luncurkan Gerakan ASRI dan Proyek Waste to Energy

Mata Indonesia, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan dimulainya perang terhadap sampah sebagai bagian integral dari komitmen...
- Advertisement -

Baca berita yang ini