Penggalangan, Solusi Rangkul Kelompok Separatis dan Hati Rakyat Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dua orang prajurit TNI yang bergabung dalam satgas territorial yang ditugaskan di Koramil  Suru-suru, Kodim 1715/Yahukimo, Papua ditembak kelompok separatis dan teroris (KST) Papua. Satu dari dua prajurit yang tertembak meninggal. Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai hal ini bisa diantisipasi dengan upaya penggalangan terhadap oposisi.

“Penggalangan untuk merangkul oposisi dan operasi territorial untuk meraih hati rakyat perlu dilakukan sebelum operasi dan senjata,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Sabtu 4 Desember 2021.

Adapun sebelumnya Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono membenarkan informasi tentang meninggalnya satu anggota TNI. Yogo juga menegaskan bahwa korban belum bisa dipindahkan karena terkendala cuaca untuk proses evakuasi. Sementara insiden penembakan ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIT saat kedua prajurit yang berasal yang berasal dari Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh itu, sedang mengambil air di penampungan yang berjarak sekitar 15 meter.

Saat mengambil air yang berada di belakang pos, keduanya ditembak dari perbuktian yang ada di sekitarnya hingga menyebabkan Sersan Dua (serda) Putra Rahaldi tertembak di bagian dada dan meninggal. Sedangkan rekannya, Prajurit Kepala Suheri, terkena di bagian bokong.

“Mereka ditembak saat mengambil air yang jarak antara tempat penampungan air dengan pos dekat,” kata Yogo.

Kata dia, anggota sempat mengejar kelompok bersenjata itu, tapi kelompok penembak sudah kabur ke dalam hutan.

“Sebetulnya jumlah personel sudah cukup banyak setelah dilakukan penambahan dari pasukan temput hinga seluruhnya berjumlah 65 personel,” kata Yogo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini