Pebulutangkis Jepang Ini Terpesona Keindahan Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUA – Pebulutangkis ganda Jepang, Yuta Watanabe terpesona dengan keindahan Bali. Selain itu, dia juga terpukau dengan keramahan di Pulau Dewata.

Yuta, yang berpasangan dengan Arisa Higashino di ganda campuran, akan bertanding di Indonesia Masters 2021, 16-21 November di Westin Resort, Nusa Dua.

Yuta terpesona dengan keindahan Bali. Dia mengaku suatu saat nanti akan kembali ke pulau yang dikenal punya banyak pantai indah itu.

“Pulau Bali sebenarnya pulau yang saya pengin kunjungi ke sini saat tidak bertanding. Ini merupakan kalinya pertama saya datang ke Bali,” katanya.

“Ya inginnya di sini bisa jalan-jalan. Kalau misalkan ada waktu, ingin bisa ke sini lagi untuk jalan-kalan,” Tapi kira-kira kapan ya? mungkin suatu saat nanti setelah pensiun,” ujarnya.

Di babak pertama Indonesia Masters 2021, Yuta/Arisa akan menghadapi pasangan asal Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini