Jerman Open 2021: Hanya Satu Wakil Merah Putih Angkat Koper di Babak Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, SAARBRUCKEN – Dari 15 wakil Indonesia yang tanding di Jerman Open 2021 Super 500, hanya satu yang langsung angkat koper di babak pertama.

Satu-satunya wakil Indonesia yang terhenti di babak pertama adalah tunggal putri Ruselli Hartawan. Lanjunya dihentikan unggulan kelima asal Thailand, Busanan Ongbamrungphan, 7-21 dan 14-21.

Sembilan wakil Indonesia lain yang tampil di babak kedua hari kedua Jerman Open 2021 semua meraih kemenangan.

Salah satunya adalah ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mengalahkan pasangan asal Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, 21-12 dan 21-19.

“Kami main hari ini cukup bagus tapi masih ada kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki supaya besok bisa dapat hasil yang lebih bagus. Kemenangan di Piala Thomas menambah motivasi kami untuk terus meningkatkan kemampuan. Secara pribadi kami mau terus berkembang,” kata Daniel.

Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadanti/Ribka Sugiarto berhasil menumbangkan unggulan kedua asal Rusia, Gabriel Stoeva/Stefani Stoefa, 21-9 dan 21-16.

“Kunci kemenangan hari ini bermain no lob, banyak menurunkan bola. Terus fokus satu poin demi satu poin. Lawan juga banyak mati sendiri,” kata Fadia.

“Lima turnamen pasti melelahkan tapi kami coba jaga di pikirannya aja jangan sampai kacau. Kalau badan ga enak kita bisa makan dan maksimalin istirahat, kalau pikiran yang ga enak itu susah. Fokus, jangan sampai jenuh dan bosan,” ujarnya.

Sembilan wakil Indonesia yang menang di hari kedua Jerman Open 2021:

  1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
  2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
  3. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
  4. Tommy Sugiarto
  5. Siti Fadia Silva Ramadanti/Riba Sugiarto
  6. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
  7. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
  8. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
  9. Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini