Waduh, Perempuan Ini Ngaku Diperkosa Tetangganya untuk Menutupi Perselingkuhan

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Seorang perempuan berusia 46 tahun menuduh empat tetangganya telah melakukan pemerkosaan berkelompok dan memasulkan berbagai bukti untuk mendukung tuduhannya tersebut.

Padahal, perempuan yang diketahui seorang politisi itu menjalin hubungan dengan menantunya. Ialah Guddi Ojha (46) dan menantunya, Gopal Rajak yang tinggal di Madhya Pradesh, India, telah melakukan perselingkuhan.

Kasus tersebut terjadi pada 2014, di mana Guddi dan Gopal memutuskan untuk menjebak empat tetangga mereka karena tidak memiliki hubungan yang baik dengan mereka, demikian disampaikan oleh Jaksa Mohammad Azam dari distrik Ashok Nagar, 150 km dari ibu kota negara bagian Bhopal.

Guddi dan Gopal membuat laporan tersebut di Laporan Informasi Pertama (FIR) pada Agustus 2014. Bukannya takut, keempat tetangga Guddi justru meminta pihak penyelidik untuk melakukan tes DNA guna membandingkan sampel air mani pada pakaian Guddi dan sang menantu, Gopal Rajak.

Hakim sesi tambahan pertama Ashok Nagar Mahesh Kumar Chauhan memvonis hukuman 10 tahun penjara terhadap pasangan selingkuh itu karena membuat bukti palsu untuk mengamankan konspirasi kriminal keduanya.

Guddi dan Gopal juga dikenakan hukuman tambahan enam bulan penjara karena memberikan informasi bohong kepada seorang pegawai negeri, seperti dilansir The Hindustan Times.

Jaksa Penuntut Umum Jafar Qureshi mengatakan ini adalah kasus yang jarang terjadi di mana polisi mendakwa seorang perempuan karena mengajukan kasus palsu dan memalsukan bukti serta mengejar kasus tersebut hingga kesimpulan logisnya. Pengacara pembela tidak tersedia untuk memberikan komentar.

“Pada Agustus 2014, perempuan yang kehilangan suaminya tahun 2011, mengajukan pengaduan bahwa dia diperkosa oleh empat orang yang tinggal di lingkungannya,” kata Jaksa Penuntut Umum Jafar Qureshi.

“Polisi menangkap tersangka setelah memasukkan FIR berdasarkan pasal 376 D. Laporan medis perempuan tersebut mengkonfirmasi pemerkosaan dan pakaian serta usap vaginanya diambil untuk penyelidikan lebih lanjut, “ sambungnya.

Terdakwa, bagaimanapun, bersikeras bahwa mereka tidak bersalah dan mendekati perwira senior polisi Ashok Nagar untuk mencari tes DNA untuk menetapkan kebenaran.

“Laporan tes mengungkapkan bahwa perempuan itu tidak diperkosa oleh salah satu dari empat orang itu, melainkan oleh orang lain,” kata jaksa.  Atas permintaan mereka, polisi juga mengambil sampel menantu itu.

“Sampel Gopal Rajak cocok dengan sampel sperma yang dikumpulkan dari pakaian si perempuan,” sambungnya.

Petugas kepolisian, VP Singh Jat menuturkan bahwa selama proses interogasi, Gopal Rajak mengaku bahwa dia menjalin hubungan dengan Guddi dan mereka mengajukan kasus palsu untuk melibatkan tetangga mereka, yang biasa berkelahi dengan Guddi dan Gopal dalam masalah sepele.

“Ini adalah kasus serius karena perempuan itu menuduh keempat terdakwa menerobos masuk ke rumahnya dan memperkosanya di malam hari,” kata petugas polisi itu, mengingat bagaimana kasus yang diawasi ketat oleh para politisi dan aktivis di distrik itu berubah menjadi menakjubkan.

“Selama penyelidikan, kami juga menemukan banyak saksi yang mengatakan keempat terdakwa tidak hadir di tempat yang sama tetapi tes DNA yang secara meyakinkan mengungkap penipuan…. Kami senang bahwa kami berhasil menghukum perempuan dan laki-laki karena melanggar hukum,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini