Covid-19 Lebih Sulit Diberantas Hanya Dengan Vaksin

Baca Juga


MATA INDONESIA, JAKARTA – Virus SARS-Cov-2, awalnya diketahui berasal dari hewan. Hal itu menjadi penyebab penyakit Covid-19 yang ditimbulkannya akan sulit diberantas, tak seperti virus cacar.

Dahulu, cacar menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dihilangkan. Banyak orang meninggal dunia akibat penyakit menular ini di zaman Mesir kuno sampai tahun 1978. Beberapa orang yang terhindar dari kematian justru mendapat bekas luka yang tidak bisa hilang seumur hidup.

Melihat kejadian ini, dokter asal Inggris bernama Edward Jenner mencoba mengembangkan vaksin pertama di dunia.

Ternyata membasmi cacar dari muka bumi ini membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 200 tahun.

Pada abad ke-19, mulai dilakukan vaksinasi seluruh dunia. Hingga tahun 1950-an, para negara maju berhasil menurunkan kasus cacar.

Di tahun 1978, efektivitas vaksin tersebut semakin terasa karena kasus cacar semakin berkurang secara drastis di seluruh dunia.

Para pakar menyimpulkan menghilangkan cacar dari muka bumi sangat membutuhkan kerja sama internasional.

Selain cacar, manusia juga berhasil menghilangkan Virus Polio menggunakan vaksin. Maka sangat wajar jika, banyak kalangan berharap penyakit Covid-19 bisa diberantas dengan vaksin untuk menghentikan penularan Virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan itu.

Namun, Covid-19 tampaknya jauh lebih sulit diberantas dengan vaksin dibandingkan cacar, meski bukan berarti mustahil.

Saat ini, vaksin disuntikkan untuk mencegah penularan Covid-19 agar penularannya tidak menyebabkan sakit berat hingga kematian. Bukan untuk menghilangkan Virus SARS-Cov-2 yang menjadi penyebab penyakit tersebut.

Jadi, kenapa Covid-19 lebih sulit diberantas? Karena pada awalnya virus ini menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya sehingga, virus tersebut akan sulit diberantas.

Seperti DBD, disebut pula penyakit zoonosis yaitu penularan dari hewan ke manusia karena di antaranya melibatkan dua organisme berbeda dan penyakitnya sulit dikontrol tetapi bisa dicegah. (Annisaa Rahmah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini