Piala Thomas: Lawan Malaysia, Tunggal Putra Harus Tetap Konsisten

Baca Juga

MATA INDONESIA, AARHUS – Indonesia akan menghadapi Malaysia di perempatfinal Piala Thomas. Tunggal putra harus tetap konsisten seperti lawan Taiwan.

Indonesia akan menghadapi Malaysia, Jumat 15 Oktober 2021 pukul 18.30 WIB. Ini adalah ulangan perempatfinal Piala Sudirman dua pekan lalu dimana Tim Merah Putih kalah 2-3.

Ketika menang lawan Taiwan di laga pamungkas penyisihan grup, tunggal putra menyapu bersih kemenangan. Sebaliknya, sektor ganda yang menjadi andalan justru kalah.

Ketika menghadapi Thailand, sektor ganda sukses menyumbangkan dua angka. Namun ketika menghadapi Taiwan, sektor ini belum berhasil menyumbangkan poin.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang kalah lawan Thailand, mampu bangkit dan menang di laga lawan Taiwan. Sementara Shesar Hiren Rhustavito, yang turun di partai penentu, selalu meraih kemenangan di dua laga terakhir.

“Kuncinya, ketiga pemain tunggal bisa menikmati permainan. Dampaknya, seluruh permainan bisa keluar semua. Ketika membuat kesalahan dan ketinggalan angka pun, mereka tetap tenang dan akhirnya bisa bangkit untuk menambah angka,” ujar pelatih tunggal putra, Irwansyah.

“Mereka bermain all out. Semangat tempurnya tinggi. Ini nilai positif yang harus dijaga,” katanya.

Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky pun mengaku lega dan puas dengan performa para pemain. Terutama pemain tunggal pertama dan kedua yang kalah melawan Thailand, kemudian bisa tampil optimal dan menang melawan Taiwan.

“Selamat kita menang. Yang kemarin kalah, kini malah bisa bermain bagus lagi dan bisa menang. Setelah kemenangan ini mohon dijaga makan dan istirahatnya, juga latihannya agar kita siap untuk bertarung mati-matian di perempatfinal,” ungkap Rionny.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini