Neno Warisman Mundur dari Partainya Amin Rais

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Satu persatu pendiri dan anggota partai yang didirikan Amien Rais, Partai Ummat mundur. Terbaru, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Neno Warisman mengundurkan diri dari Partai Ummat dengan alasan ingin fokus mengurus anaknya.

Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo mengatakan, Neno telah mengajukan pengunduran diri yang ditujukan kepada Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais.  ”Ya, dia kirim WA ke kita, kirim surat, mundur karena mau fokus ngurus anaknya di Turki. Jadi dia takut khawatir tidak bisa aktif ngurus anaknya fokus, jadi mundur,” kata Sambo kepada wartawan, Sabtu 2 Oktober 2021.

Sambo mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang keputusan Neno. Namun, Majelis Syuro akan menggelar rapat untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri Neno.  Ia pun yakim pengunduran diri Neno tidak memengaruhi persiapan Partai Ummat menjelang Pemilu 2024 mendatang karena persiapan dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat, bukan Majelis Syuro. ”Beliau kan Majelis Syuro. Sifatnya bukan bekerja tapi berpikir gitu lho. jadi yang bekerja kan DPP, kita memberi masukan-masukan yang bekerja DPP,” ujar Idrus.

Sebelum Neno, Partai Ummat juga ditinggal oleh Wakil Ketua Umum Partai Ummat Agung Mozin. Ia menyatakan mundur pada Kamis 26 Agustus 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini