Sepekan Diberlakukan, 1.134 Pelanggaran Terekam Kamera Tilang Elektronik

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Baru saja sepekan atau 7 hari diberlakukan, TMC Polda Metro Jaya mencatat sudah ada 1.134 pelanggaran yang terekam kamera tilang elektronik atau Eletronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Data pelanggaran itu disampaikan TMC Polda Metro Jaya melalui akun Twitter resminya pada Senin 8 Juli 2019. Pelanggaran paling banyak tercatat adalah soal sabuk pengaman.

“Sudah tercatat ada 1.134 selama tujuh hari ETLE dengan fitur tambahan yang didominasi pelanggaran sabuk pengaman dan ganjil-genap,” tulis akun TMC Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya telah memasang kamera tilang elektronik tersebut sejak Senin 1 Juli 2019 pekan lalu. Teknologi itu diketahui dapat mendeteksi berbagai hal yang dilakukan pengendara di dalam mobil.

Bahkan, kamera tilang itu bisa mengetahui aktivitas pengendara, seperti tidak pakai sabuk pengaman, bermain telepon genggam, nomor plat ganjil-genap, sampai batas kecepatan kendaraan.

Saat ini, ada 12 kamera tilang elektronik yang dipasang di sepuluh titik di Jakarta. Rencananya, Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta akan menambah kamera tilang itu sampai berjumlah 81 unit pada September sampai Oktober 2019 mendatang.

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini