MATA INDONESIA, JAKARTA-Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat sorotan dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dirinya meminta agar UMKM bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia.
Dia mengajak UMKM bertransformasi dengan meningkatkan kapasitas bisnis, menyelenggarakan berbagai pelatihan sumber daya manusia di bidang digitalisasi, jejaring bisnis dan juga pameran produk UMKM.
“Sudah saatnya UMKM bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru, dengan meningkatkan kapasitasnya, menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti digitalisasi, bisnis coaching, kemampuan membangun relasi bisnis, dan showcasing produk-produknya,” kata Iriana.
Dirinya mengajak para pelaku UMKM untuk tetap optimistis dan bersemangat mengembangkan usahanya dalam masa pandemi Covid-19.
Meskipun ada berbagai kesulitan di saat pandemi, para pelaku UMKM diharapkan dapat melahirkan inovasi dan kreativitas agar dapat meningkatkan skala bisnis.
“Kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, meningkatkan keahlian dari sisi produk desain dan pemasaran. Agar dapat menjawab selera dari kebutuhan masyarakat, domestik dan internasional, agar produk-produk UMKM kita semakin dikenal dan diminati,” katanya.
Adapun peluang UMKM untuk bertumbuh, sangat besar dan terbuka luas. Kondisi itu didukung oleh keberadaan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sangat banyak hingga 270 juta jiwa. Besarnya jumlah penduduk di Tanah Air mencerminkan potensi pasar yang menjanjikan bagi produk-produk UMKM.
“Ada 270 juta penduduk Indonesia yang siap membeli produk-produk berkualitas UMKM indonesia. Di samping itu, juga ada pasar internasional yang peluangnya semakin terbuka luas,” kata dia.
Ibu Negara pun mengimbau para pelaku UMKM untuk memanfaatkan sarana prasarana virtual dalam memasarkan produknya. Hal itu dapat membantu para pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Masyarakat Indonesia diminta terus bangga dan membeli produk-produk UMKM Indonesia.
“Semakin banyak membeli, menggunakan produk-produk Indonesia agar UMKM mampu melewati situasi yang berat ini. Agar masyarakat yang bekerja di sektor UMKM tetap memperoleh penghasilan,” katanya.
