Campur Susu Bayinya dengan Insektisida, Perempuan Ini Minta Suaminya Digantung

Baca Juga

MATA INDONESIA, KAIRO – Seorang ayah di Mesir tega membunuh bayinya dengan memberikan susu beracun. Berdasarkan laporan media, pria tersebut mencampur insektisida dalam susu bayinya dan memberikannya ketika sang istri pergi.

Sang istri mengungkapkan bahwa suaminya memang tidak menginginkan kelahiran bayi tersebut. Dan bahkan pernah memintanya untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya.

“Suami saya tidak menginginkan bayi itu sejak dia mengetahui saya hamil. Dia ingin saya menggugurkannya. Saya menolak meskipun dia setuju. Dia mengatakan, saya akan mendapat masalah jika tidak menggugurkannya,” tutur sang istri, melansir Gulf News.

“Dia pernah mengatakan kepada saya bahwa dia akan menjual bayi itu dan tidak akan membelikannya apa pun jika saya melanjutkan kehamilan. Saya menjawab bahwa saya akan mengajukan kasus terhadapnya jika dia melakukannya,” sambungnya.

Menjelang persalinan, perempuan tersebut mengatakan bahwa suaminya menemaninya ke rumah sakit. Akan tetapi, menolak untuk membayar biaya dan akta kelahiran.

Setelah 40 hari melahirkan, perempuan tersebut kembali bekerja. Ia meminta suaminya untuk menjaga buah hatinya, mengingat ia harus berangkat kerja jam 05.00 pagi dan baru pulang ke rumah pada jam 08.00 malam.

Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa suaminya secara perlahan membunuh putrinya dengan mencampurkan insektisida ke dalam susunya. Namun, ia baru menyadari hal bejat tersebut setelah percobaan beberapa kali.

“Dia mencampur susunya dengan insektisida. Keesokan harinya, bayi saya tidak bangun. Saya meminta bantuan tetangga tetapi mereka mengatakan bahwa bayi saya sudah meninggal dunia. Saya mulai berteriak dan menangis. Saya ingin membawanya ke rumah sakit pemerintah tetapi dia menolak,” tuturnya.

“Akhirnya, saya membawanya ke rumah sakit di luar kehendaknya dan laporan forensik membuktikan bahwa dia meninggal karena keracunan. Saya melaporkan kejahatan itu ke polisi setempat dan saya berharap mereka akan mengeksekusinya dengan cara digantung,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini