Luhut Pandjaitan Minta Holywings Ditutup

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan murka dengan kasus Holywings di Kemang Jakarta.

Pihak Holywings melanggar ketentuan pembatasan jam operasional dan kapasitas pengunjung, sehingga tidak terdapat jaga jarak antarpengunjung pada akhir pekan lalu.

Pria yang menjabat  koordinator PPKM mikro darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menginginkan Holywings di Kemang Jakarta ditutup.

“Tadi Pangdam Jaya dengan Kapolda Metro di lapangan terbang lapor saya mengenai Holywings, saya bilang tutup aja,” katanya di Bandung, Selasa 7 September 2021.

“Saya bilang tutup aja. Saya ndak ada masalah mereka bilang baru jam 8 (20.00 WIB) baru buka. Gapapa jam 8 buka, tapi jangan seperti itu pengunjungnya,”

Ia meminta semua pihak tetap waspada meski tren kasus Covid-19 di Indonesia sudah membaik. Apalagi sudah ditemukan varian baru virus corona berdasarkan penelitian dari luar negeri.

Dirinya mengharapkan jangan sampai penanganan yang ia klaim sudah baik kembali kerepotan dengan peningkatan kasus yang signifikan hingga banyak korban berjatuhan. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara disiplin.

“Kita harus jaga diri kita semua. Apakah dua minggu (kondisi penanganan Covid-19) masih bisa (baik) seperti ini? ga tahu. begitu kita tidak disiplin, Untuk menurunkannya lagi, kita berdarah darah lagi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Diplomasi Energi Demi Wujudkan Swasembada Nasional

Oleh: Ahmad Fajar )*Pemerintah terus memperkuat diplomasi energi sebagai strategi utamadalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini dinilaikrusial di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama terkaitketidakpastian pasokan energi dunia dan meningkatnya kebutuhan energidomestik.Melalui pendekatan diplomasi yang aktif, pemerintah berupayamenempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasokenergi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum internasional untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.Dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalammenghadapi tantangan energi global. Ia berpandangan bahwa kerja samayang saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitaspasokan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Diplomasi energi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kesepakatanstrategis dengan berbagai negara mitra. Bersama Jepang, Indonesia menjalin kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sertamendukung pengembangan teknologi energi bersih.Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalammengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan inovasiteknologi. Pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi mitrainternasional untuk mengelola potensi mineral kritis Indonesia secarabersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.Di kawasan Asia Tenggara, penguatan diplomasi juga dilakukan melaluikerja sama dengan Singapura. Pemerintah mematangkan rencanapengembangan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan teknologiberkelanjutan di kawasan.Langkah serupa juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Brunei Darussalam, yang difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan energiserta pengembangan energi baru terbarukan. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerjasama global, tetapi juga memperkuat sinergi regional.Selain itu, kerja sama dengan Amerika Serikat turut diperluas melaluipengembangan teknologi ekstraksi lithium dari sumber panas bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi antara potensi energidomestik dengan kebutuhan global terhadap mineral strategis untukindustri energi bersih.Melalui diplomasi yang terarah,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini