Setiap Dibully, Presiden Jokowi Hanya Tersenyum Tanpa Beban

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPresiden Jokowi tidak pernah berniat membalas para pem-bully-nya, meski orang lain menilai bully yang ditujukan kepada presiden sering berisi cacian bahkan merendahkan martabat seorang manusia bahkan jabatan presiden.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan mental Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan tertulisnya, Kamis 19 Agustus 2021.

“Mental Pak Jokowi itu memang tangguh, walau dihina, ‘dibully’, direndahkan, diremehkan, bahkan dicaci maki begitu rupa, tetapi tak membalas. Pak Jokowi hanya menebar senyum, tanpa beban, dan selalu bekerja untuk rakyat, seakan tak terusik sama sekali,” kata Umbas.

Seperti dilansir antaranews.com. relawan ABJ akan selalu mengawal pemerintahan Jokowi, terutama di tengah pandemi Covid-19 sekarang.

Umbas mengatakan ABJ siap berdiri dan menjadi barikade untuk Presiden Jokowi yang telah mencurahkan totalitas dan dedikasinya demi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebagai relawan Pak Jokowi, ABJ mengaku selalu bahu-membahu dengan PDIP yang sesuai petunjuk Megawat Soekarnoputri untuk menjaga Pak Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini